Karakteristik 18 Gaya Kepemimpinan Seseorang

Seorang pemimpin dapat memilih gaya kepemimpinannya dalam suatu organisasi. Pemilihan kepemimpinan ini bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari garis keturunan, situasi tertentu atau karena tuntutan dari pihak diatasnya. Sifat kepemimpinan tersebut dapat diketahui dari perilaku sehari-hari karena sifat ini seperti kepribadian seseorang. Sifat yang cenderung stabil dan dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Contohnya seseorang ekstrovert akan menggunakan pola yang menunjukkan bahwa dirinya ekstrovert. Seorang otokratik cenderung menggunakan gaya kepemimpinan otokratis.

Memilih menggunakan gaya kepemimpinan sebenarnya menuntut seoranng pemimpin untuk mengetahui apa yang seharusnya mereka pilih. Meurut Murray Johannsen : “Gaya kepemimpinan merupakan satu set yang dipilih pemimpin sesuai dengan situasi dilapanga, ketika situasi berubah maka gaya memimpin juga harus berubah”.

Adakah Gaya Kepemimpinan yang Terbaik?

Tidak sedikit pemimpin yang mencari best practice bagaimana menjadi pemimpin yang baik di organisasinya. Untuk hal itulah para ahli melakukan serangkaian penelitian di Ohio State University dan University of Michigan untuk menentukan apakah pemimpin harus berorientasi pada tujuan atau berorientasi pada proses di tahun 1950-an.

Baca juga : Perbedaan pengertian kepemimpinan dan manajemen

Hasil penelitian tersebut justru menunjukkan bahwa tidak ada satu gaya kepemimpinan yang terbaik. Pemimpin harus menyesuaikan kepemimpinan mereka dengan situasi serta bagaimana kondisi orang-orang yang dipimpinnya. Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa memilih kepemimpinan yang tepat pada waktu dan situasi yang tepat merupakan elemen kunvi efektivitas pemimpin. Sayangnya masih banyak pemimpin yang tetap kukuh pada pendiriannya menggunakan satu gaya kepemimpinan untuk berbagai situasi, meskipun itu tidak berhasil.

“Cara terbaik untuk memiliki ide yang baik, adalah memiliki banyak ide.” – Dr. Linus Pauling (Peraih  Dua Kali Hadiah Nobel).

pengertian kepemimpinan

18 Gaya Kepemimpinan Yang Dikenal Di Seluruh Dunia

Meskipun ada 18 tipe kepemimpinan, mungkin Anda akan menemukan tipe yang saling tumpang tindih. Misalnya kepemimpinan karismatik yang bertumpang tindih dengan kepemimpinan transformasional. Ada juga tipe yang bisa digunakan secara bersama-sama seperti kepemimpinan fasilitatif dan tim. Adapula tipe kepemimpinan yang berlawanan seperti otokratif dan partisipatif. Anda juga mungkin menyadari bahwa ada gaya kepemimpinan yang mungkin akan jarang digunakan oleh para pemimpin didunia seperti kepemimpinan strategis dan lintas budaya. Berikut ini penjelasan dari setiap poin kepemimpinan :

  1. Gaya Kepemimpinan Otokratis

Kepemimpinan otokratis minitik beratkan pada control penuh pemimpin terhadap pengikutnya. Kepemimpinan ini sangat berbeda dengan gaya laissez faire yang lebih delegatif. Beberapa pengamat menilai saat ini banyak yang menggunakan kepemimpinan ini saat berada di posisi CEO. Hal ini disinyalir meniru masa feodal dai abad pertengahan Eropa.

Sulit untuk menemukan fleksibilitas di level pengikut pada kepemimpinan ini. Kontrol yang kuat dan komando satu suara membuat kewenangan pemimpin menjadi mutlak. Kelebihan dari kepemimpinan otokratis adalah pemimpin dapat mengambil keputusan dengan cepat. Kekurangannya ada dipihak pengikut yang harus bekerja keras dan harus cepat tanggap terhadap perintah pemimpin sehingga situasi organisasi kadang tidak harmonis.

  1. Gaya Kepemimpinan Birokrasi

Terkadang pemimpin otokrat tidak memerlukan birokrasi dalam operasional sehari-harinya, namun otokrat dan birokrasi dapat dilaksanakan secara bersama. Hal ini karena dalam kepemimpinan birokrasi juga memiliki hubungan dengan ketaatan pada otoritas. Oleh sebab itu banyak pendapat yang menyatakan bahwa sebagian besar birokrasi berhubungan dengan otokratis.

  1. Pemimpin yang Melakukan Pembinaan

Pemimpin yang hebat adalah seorang pemimpin yang juga memiliki kemampuan untuk mengajar dan melatih. Pemimpin jenis ini selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya untuk diberikan kepada bawahannya sehingga bawahannya juga mendapatkan manfaat dari apa yang pemimpin lakukan.

  1. Kepemimpinan Antarbudaya

Sebenarnya sangat jarang ditemui pemimpin yang memiliki kemampuan memimpin lintas budaya. Kepemimpinan antarbudaya jarang atau ssebenarnya sangat sulit dilakukan karena budaya mempengaruhi perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh orang Asia pasti akan senang diperlakukan sebagai orang Asia dan bukan sebagai orang Amerika, begitu juga sebaliknya.

  1. Emergent Leadership

Kepemimpinan emergent adalah jenis kepemimpinan yang tidak diangkat atau dipilih untuk peran kepemimpinan, pemimpin jenis ini hadir sebagai akibat interaksi kelompok yang membuat perubahan besar dan memberi nilai pada organisasi. Kepemimpinan ini paling beda dan paling dihormati karena kontribusi kandidat pemimpin yang mengubah cara pandang seseorang terhadap dirinya.

  1. Kepemimpinan Laissez Faire

Sangat berbeda dengan kepemimpinan otokratis, kepemimpinan Laissez Faire justru meminimalkan campur tangan pemimpin dan lebih mempercayakan bagaimana bawahannya bekerja sesuai dengan keinginannya dengan hanya sedikit arahan dan tatap muka yang sedikit. Gaya kepemimpinan Laissez Faire akan sangat berhasil ketika bawahannya sudah terlatih dan memiliki motivasi tinggi sehingga dapat bekerja tanpa didikte oleh pemimpinnya.

  1. Kepemimpinan Strategis

Kebanyakan perusahaan selalu memilih pemimpin yang memiliki keterampinal operasional yang kuat untuk menunjang dan mempertahankan status quo. Sayangnya dari perusahaan tersebut tidak mengetahui bahwa perusahaan mereka justru memerlukan orang yang memiliki pengalaman, pengetahuan dan kepercayaan diri menghadapi masalah klasik manajemen yang tidak dipikirkan secara strategis.

Gaya kepemimpinan strategis juga dapat didefinisikan sebagai memanfaatkan strategi dalam pengelolaan karyawan. Ini adalah potensi untuk mempengaruhi anggota organisasi dan untuk memberikan perubahan organisasi. Pemimpin strategis akan membuat struktur organisasi, mengalokasikan sumber daya dan mengekspresikan visi strategis

Tujuan utama dari kepemimpinan strategis adalah produktivitas strategis. Tujuan lain dari kepemimpinan strategis adalah untuk mengembangkan suatu lingkungan di mana karyawan meramalkan kebutuhan organisasi dalam konteks pekerjaan mereka sendiri. Pemimpin strategis mendorong karyawan dalam suatu organisasi untuk mengikuti ide-ide mereka sendiri. Pemimpin strategis menggunakan sistem penghargaan dan insentif bagi karyawan untuk mendorong  mereka agar lebih produktif dan berkualitas.

  1. Gaya Kepemimpinan Tim

Kepemimpinan ini dikenal tidak memliki supervisor. Mereka bertanggung jawab sebagai tim, dimana kegagalan dan kesuksesan dianggap sebagai tanggung jawab tim. Saat ini banyak yang menerapkan kepemimpinan jenis ini karena dianggap bisa bekerja secara efektif dan kolaboratif. Meskipun pada prakteknya masih menggunakan pemimpin, namun pemimpin tersebut dianggap sebagai bentuk transisi dari jenis kepemimpinan yang lain.

  1. Kepemimpinan fasilitatif

David Conley dan Paul Goldman (1994) mendefinisikan kepemimpinan fasilitatif sebagai “perilaku yang meningkatkan kemampuan kolektif untuk beradaptasi, memecahkan masalah, dan meningkatkan kinerja”.

Kata kunci pada kepemimpinan ini adalah kolektif. Peran pemimpin fasilitatif adalah untuk mendorong keterlibatan karyawan di semua tingkatan. Beberapa strategi kunci yang digunakan oleh para pemimpin fasilitatif: keterbatasan sumber daya mengatasi, membangun tim, memberikan umpan balik, koordinasi, dan manajemen konflik serta menciptakan jaringan komunikasi.

  1. Gaya Kepemimpinan Influencer

Kepemimpinan yang selalu memberikan pengaruh pada orang lain agar tergerak untuk menjalani tujuan bersama. Influencer selalu aktif dalam berbagi dan mereka tahu bagaimana menghargai orang lain sehingga banyak pengikut yang mengikutinya.

  1. Kepemimpinan Partisipatif

Kepemimpinan ini mengajarkan bagaimana seorang pemimpin ikut serta dalam mencapai tujuan organisasi bersama anggotanya. Pemimpin jenis inin menyadari bahwa tidak mudah menuntut seseorang menjadi kreatif tanpa dorongan dari seorang pemimpin. Gaya partisipatif menunjukkan bagaimana mengendalikan organisasi tapi cenderung terlihat sebagai inovasi yang menyenangkan.

  1. Servant Leadership

Servant Leadership adalah filosofi dan seperangkat praktek yang memperkaya kehidupan individu, membangun organisasi yang lebih baik dan pada akhirnya menciptakan dunia yang lebih adil dan peduli. Kepemimpinan ini dikemukakan pertama kali pada tahun 1970 oleh Robert K. Greenleaf pada publikasi yang berjudul “The Servant as Leader”.

Greenleaf menyatakan bahwa pemimpin harus melayani terlebih dahulu.  Pemimpin harus berfokus terutama pada pertumbuhan dan kesejahteraan rakyat dan masyarakat di mana mereka berada kemudian baru memikirkan hal lain.

  1. Gaya Kepemimpinan Transformasional

Kepemimpinan transformasional fokus pada membuat gerakan perubahan. Pemimpin jenis ini tahu bagaimana melakukan perubahan mulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain untuk berubah. Oleh sebab itu kepemimpinan transformasional erat hubungannya dengan kepemimpinan karismatik dan kepemimpinan visioner.

  1. Kepemimpinan Karismatik

Kepemimpinan karismatik adalah proses mendorong perilaku tertentu pada orang lain melalui kekuatan kepribadian, persuasi dan komunikasi fasih. Pemimpin karismatik menginspirasi para pengikutnya untuk melakukan hal-hal yang lebih baik.  Oleh sebab itu keahlian pemimpin karismatik juga diperlukan dalam diri pemimpin yang menganut gaya transformasional.

  1. Gaya kepemimpinan visioner

Pemimpin visioner selalu memiliki visi masa depan yang jelas dan realistis. Mereka bisa meyakinkan pengikutnya dengan gambaran visi organisasi yang akan dicapai dengan menjabarkan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Pemimpin visioner adalah pemimpin yang benar-benar memiliki pandangan yang jelas tentang apa yang terjadi secara sosial atau ekonomi dalam industri mereka, bangsa atau global.

  1. Kepemimpinan Transaksional

Secara teori kepemimpinan ini dianggap sebagai kepemimpinan yang mengandalkan aturan sehingga anggotanya bekerja sesuai aturan yang dibuat. Kepemimpinan traksaksional sangat bertentangan dengan kepemimpinan transformasional. Pada jenis ini semua ditekankan pada penyeselasian sesuatu berdasarkan paying status quo. Saat ini organisasi birokrasi menjadi pengguna setia jenis kepemimpinan ini.

  1. Level 5 Leadership

Teori mengenai Level 5 leadership sebenarnya dimulai pada tahun 1996 oleh konsultan bisnis yang bernama Jim Collins. Ia melakukan penelitian yang melibatkan 1.435 perusahaan untuk mengetahui apa sebenarnya yang membuat perusahaan menjadi besar. Dari ribuan perusahaan tersebut pada akhirnya Collins menemukan 11 perusahaan yang membuatnya terinspirasi dan membuat teori “Level 5 Leaders”.

Collins mengemukakan bahwa pemimpin yang masuk dalam kategori Level 5 leaders adalah pemimpin yang rendah hati, mereka tidak mencari kesuksesan untuk diri mereka sendiri. Pemimpin tersebut cenderung memandang bahwa kesuksesan organisasi diperlukan untuk mengembangkan organisasi tersebut. Pemimpin jenis ini juga selalu siap menjadi orang yang disalahkan untuk pertama kalinya ketika timnya mengalami masalah. Collins juga menyebutkan bahwa pemimpin ini sering malu namun selalu tidak takut mengambil keputusan disaat orang lain menganggapnya terlalu beresiko.

  1. Primal Leadership

Pemimpin yang mengandalkan kecerdasan emosional dalam memimpin organisasinya. Pemimpin jenis ini tahu bagaimana perasaan emosional seseorang dapat memicu efektivitas dan produktivitas.

Reply