21 Cara Menghilangkan Stress Berdasarkan Penelitian

Pada kesempatan kali ini halopsikolog ingin mengulas 21 cara menghilangkan stress yang telah dilakukan melalui banyak penelitian. Meningkatnya angka penderita stress dan depresi menjadi alasan mengapa pembahasan ini sangat penting bagi masyarakat. Menurut data yang diperoleh dari Kementerian kesehatan terdapat 17.4 juta jiwa yang menderita gangguan mental emosional yang berupa stess, depresi dan gangguan kecemasan. Angka tersebut setidaknya 11,6 persen dari 150 juta orang dewasa di Indonesia.

Peningkatan jumlah stress juga didukung dri publikasi Journal of Applied Psychology oleh Carnegie Mellon pada tahun 2012. Pada publikasi tersebut dinyatakan bahwa terdapat kenaikan sebesar 10 hingga 30 persen orang mengalai stres. Parahnya lagi American Phychological Association menyatakan hanya 37 persen orang yang mampu menghilangkan stres mereka.

 

Rahasia 21 Cara Menghilangkan Stress Pikiran Berdasarkan Penelitian Para Ahli

Ketidakmampuan seseorang menghilangkan rasa stress dapat membuat dampak negatif untuk kesehatan. Dampak yang bisa terjadi diantaranya sering telat makan, tidak bisa tidur saat malam hari, makan berlebihan / makan makanan yang tidak sehat. Untuk itu hadirlah tips bagaimana menghilangkan stress sebagai berikut :

  1. Temukan Sesuatu yang Membuat Anda Tertawa

tertawa menghilangkan stress

Menurut penelitian pada jurnal Alternative Therapies in Health and Medicine pada tahun 2003, tertawa dapat meringankan perasaan stress. Penelitian tersebut juga didukung oleh penelitian pada tahun 2008 oleh American Physiological Society yang menyatakan bahwa tertawa juga mengurangi hormon penyebab stress. Oleh sebab itu banyak pendapat yang menyatakan bahwa obat terbaik dan termurah untuk stress adalah tertawa. Prakteknya-pun terbilang cukup mudah, video lucu di youtube tentang kucing yang konyol ataupun video hewan aneh akan menghilangkan stress berat yang mendera.

  1. Manjakan Diri Anda

pijat mengurangi stress

Pernahkan kepikiran bahwa memanjakan diri setelah melalui hari yang melelahkan di kantor dapat mengurangi tingkat stress pada manusia? Menurut penelitian yang dilakukan oleh Duke University Medical Center menyatakan bahwa terapi pijat dapat mengurangi resiko stress. Penelitian tersebut dilakukan pada pasien kanker yang pada akhirnya ditemukan kesimpulan bahwa pasien yang sering melakukan terapi pijat memiliki tingkat stress yang lebih rendah dibandingkan orang yang tidak melakukan pijat. Oleh karena itu sempatkan diri Anda untuk meluangkan waktu Anda untuk pijat, mandi susu ataupun sekedar bersantai di sauna.

  1. Memberikan dan Mengungkapkan Kasih Sayang

menjalin kasih untuk mengurnangi stress

Memberikan kasih sayang pada orang spesial ternyata merupakan salah satu cara menghilangkan rasa stress. Rasa kasih saying yang diungkapkan secara public ternyata menurunkan kadar hormon stress. Pada tahun 2008 dilakukan penelitian di Northwestern University Feinberg School of Medicine dan menyatakan bahwa orang-orang yang mencium secara spontan dan mau mengekspresikan rasa kasih sayangnya dapat mengurangi stress.

  1. Menggunakan Aromaterapi

aromaterapi yang mengurangi stress

Tidak disangka bahwa manfaat aromaterapi dapat menghilangkan stress berat yang dialami seseorang. Kathy Gruver, seorang ahli kesehatan alami menyatakan bahwa menggunakan aromaterapi dapat mempengaruhi seluruh tubuh, mulai memperbaiki mood dan mengurangi stress. Ini semua terjadi karena aromaterapi berinteraksi dnegan system limbik otak dan hipotalamus yang mendorong pelepasan serotonin. Mengenai aroma yang bagus yang mana, banyak pilihan seperti aroma mawar, lavender dan chamomile bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Hanya saja Kathy Gruver berpesan untuk hanya menggunakan aromaterapi organik dengan aroma apapun.

  1. Mengadopsi Hewan Peliharaan

memelihara kucing untuk mengurnagi stress

Hewan peliharan bukan hanya bisa dijadikan sahabat sejati, mereka ternyata juga dapat mengurangi stress seseorang. Menurut penelitian yang dilakukan di Uppsala University di Swedia pada tahun 2010 menyatakan bahwa berinteraksi dengan anjing ternyata dapat mendapatkan oxytocin / sebuah hormon kebahagiaan.

Studi lain juga dilakukan oleh Psychosomatic Medicine pada tahun 2002 menyatakan bahwa dari 240 pasangan yang memelihara hewan peliharaan ternyata memiliki jantung dan tekanan darah yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan. Sehingga banyak yang berpendapat dengan menghadirkan hewan peliharaan akan memperbaiki kesehatan kardisovaskular dan dapat mengurangi stress.

  1. Sering Bertemu Dengan Teman dan Keluarga

ngobrol dengan teman untuk menghilangkan stress pikiran

Ternyata ngopi atau ngumpul bareng sama temen menjadi salah satu cara menghilangkan stress berat setelah seharian bekerja. Ngobrol santai dan tentu saja bukan ngobrol mengenai pekerjaan/ tugas harian yang biasanya dilakukan akan memberikan kesejahteraan emosional bagi seseorang. Penelitian pada tahun 2011 yang dilakukan oleh Indian Journal of Psychological Medicine menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki stress akibar aktivitas akademik dapat menemukan moodnya kembali setelah ngobrol dan ngumpul bersama teman-temannya.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa mereka yang selalu berhubungan sosial (dalam kehidupan nyata, bukan hanya online) memiliki umur panjang dan hidup bahagia. Meskipun begitu jika Anda bukan seorang ekstrovert, Anda tidak perlu mengubah diri Anda menjadi seorang ekstrovert. Anda cukup berusaha untuk selalu dekat dan menjalin hubungan dengan teman-teman dekat Anda.

Reply