3 Faktor Penyebab Autisme Pada Anak

Di Indonesia, penderita autisme terus bertambah atau mengalami peningkatan untuk setiap tahunnya. Pada tahun 2004 tercatat anak yang mengalami gangguan autisme ada sebanyak 475 ribu penderita. Diperkirakan tingkat prevalensinya adalah 4-5 per 10.000 anak. Untuk perbandingan antara anak laki-laki dengan perempuan, perbandingannya adalah 4-1. Oleh karena itu penting sekali untuk mengetahui apa itu autis dan faktor penyebab autisme.

Beberapa waktu lalu halopsikolog telah mempublikasikan artikel mengenai apa itu autis dan bagaimana mengenalinya sejak dini. Silahkan merujuk pada artikel yang berjudul “Kenali Sejak Dini Apa Itu Autis dan Apa Solusinya” untuk informasi lebih jauh.

penyebab autisme

Ciri-Ciri Autisme

Autisme atau yang biasa dikenal dengan autis berasal dari kata autos yang berarti segala sesuatu mengarah pada diri sendiri. Pengertian autisme sendiri adalah gangguan masa kanak-kanak yang dapat terlihat melalui adanya gangguan dalam interaksi sosial dan komunikasi, gangguan pola-pola perilaku, ketertarikan / interest, dan aktivitas yang terbatas.

Ciri-ciri yang dapat dilihat pada anak yang memiliki autisme adalah biasanya anak tersebut kerap mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas maknanya dan terkadang mengeluarkan gumamam atau gertakan gigi. Autisme biasanya muncul pada usia 2-3 tahun dan bisa diderita oleh siapa saja.

Setelah kita tahu ciri-ciri dari gangguan psikologis ini dan kita juga tahu seberapa banyak anak yang mengalami autisme di Indonesia, tentunya kita akan mempertanyakan apa sebenarnya penyebab dari gangguan autisme.

Penyebab Autisme pada Anak

Penyebab pasti autisme sampai saat ini masih belum ditemukan secara pasti. Namun spekulasi dan hasil penemuan penelitian banyak membuktikan bahwa gangguan autisme dapat dikarenakan oleh beberapa hal, misalnya saja pola asuh yang salah. Namun semakin kesini, penelitian menemukan faktor utama penyebab autis bukanlah pola asuh (parenting).  Penyebab autis yang telah banyak diteliti antara lain:

  1. Pengaruh genetik

Adanya anggota keluarga yang mempunyai gangguan psikologis menetap seperti autis dapat membawakan gen tersebut ke anak atau keturunan mereka sebesar 3%-5%. Disamping faktor genetik, sumbangsih juga diberikan oleh faktor neurologi (sistem syaraf) karena ditemukan bahwa adanya kelainan sistem syaraf pada anak autis dan adanya disfungsi neurologis pada penyandang autis.

  1. Pengaruh kelainan otak

Beberapa penelitian menemukan bahwa anak autis mengalami kelainan fungsi di daerah otak yang disebabkan karena adanya keracunan kehamilan, infeksi virus rubella, kejadian perinatal (setelah kelahiran) yang membuat bayi kekurangan oksigen, kesalahan pembentukan jaringan otak ketika bayi masih di dalam perut,adanya kelainan metabolisme hingga perkiraan adanya kelainan kromosom.

Pada anak autis, neurotransmitter (cairan kimiawi dalam otak yang bertugas menghantarkan impuls dan menerjemahkan respon yang diterima) mengalami perbedaan dengan orang normal. Dimana jumlahnya sekitar 30%-50%  penderita autisme mengalami peningkatan serotonin dalam darah.

  1. Pengaruh faktor lingkungan

Kondisi lingkungan dengan hadirnya virus dan zat kimia atau logam dapat memicu munculnya autisme. Terpaparnya janin dan anak akan bahan-bahan logam berat dapat membuat anak dapat terkena autis.

3 poin utama diatas merupakan faktor yang dikenal sebagai penyebab autisme yang sering terjadi. Sehingga kita perlu memperhatikan betul agar bisa mengurangi resiko autis pada anak. Apabila kita memiliki anggota keluarga yang memiliki autisme maka kita perlu mendampingi agar selalu kuat dalam menjalani hari-harinya.

Reply