5 Gejala Stress Kronis yang Perlu Segera Ditangani

Gejala stress kronis mirip dengan gejala penyakit lain yang berkaitan dengan pikiran. Banyak orang tidak mempersiapkan dirinya untuk menghadapi stress sehingga gangguan ini sering kambuh dan berulang. Gejala yang awalnya merupakan gejala stress akan menjadi bahaya jika dibiarkan dan menjadi kronis.

Stress kronis tidak hanya berupa gangguan mental, namun sudah merembet hingga terlihat gejala fisik dan emosional. Seseorang yang mengalami stress kronis akan kehilangan banyak waktu dan tenaga untuk mencoba menyelesaikan konflik yang terjadi didalam tubuhnya. Jika tidak ditangani dengan benar stress jenis ini bisa merujuk kearah gangguan jiwa.

pertanda stress kronis

Mengetahui 5 Gejala Stress Kronis Ini Bisa Menyelamatkan Hari Anda

Mengetahui secara dini gejala stress yang dialami akan mengurangi resiko gangguan kejiwaan. Oleh karena itu, saat mengetahui bahwa seseorang mengalami sebagian dari kelima gejala stress kronis ini maka diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalani terapi yang bisa menghilangkan stress. Adapun 5 gejala stress yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut :

  1. Mengalami Sakit kepala

Sakit kepala merupakan gejala umum stress kronis. Hubungan sakit kepala dengan stress dipercaya didapatkan dari nyeri kepala tipe tegang. Nyeri kepala tipe tegang biasanya menimbulkan rasa kesemutan pada saraf otak.

Dr Yani Chen, seorang ahli saraf memberikan pernyataan pada sebuah ulasan artikel  di tahun 2009. Artikel tersebut menyatakan bahwa sakit kepala ketegangan merupakan jenis sakit kepala yang paling umum dan paling sosioekonomi pada manusia. Sakit kepala jenis ini memegang peranan penting terhadap terjadinya stress dan migrain. Sehingga seseorang yang mengalami rasa kesemutan disertai sakit kepala diharapkan untuk segera memeriksakan ke dokter untuk mengetahui jenis penyakit yang dialaminya.

  1. Distress Perut

Siapa yang menyangka bahwa nyeri pada bagian perut juga merupakan gejala stress kronis. Ternyata otak manusia / sistem saraf pusat manusia tehubung langsung dengan sumsum tulang belakang  dan jalur saraf sistem pencernaan.  Para ahli menyatakan bahwa stress psikologis merupakan faktor utama penyebab sindrom iritasi usus dan gangguan pencernaan fungsional.

Stress kronis telah dikaitkan dengan berbagai gejala distress abdominal, termasuk sakit perut, nyeri pada perut, makan berlebihan dan kehilangan nafsu makan. Diharapkan seseorang untuk segera memeriksakan dirinya apabila menemukan distres perut dengan gejala stress lainnya. Hal ini untuk mencegah stres kronis menjadi parah dan sulit untuk diobati.

  1. Dada Terasa Tidak Nyaman

Seseorang yang memiliki jantung yang selalu berdebar-debar untuk selalu berhati-hati. Berdebar-debar disini ditandai dengan berdetak cepat, tidak teratur dan berlebihan meskipun sedang tidak grogi ataupun melakukan kegiatan berat seperti olahraga atau mengangkat beban. Hal ini mengacu pada publikasi Mayo Clinic yang menyatakan bahwa nyeri dada dan jantung berdebar-debar merupakan gejala stress kronis.

Kemungkinan nyeri dada akan menjadi lebih parah apabila seseorang mengalami sindrom patah hati. Pada saat sindrom tersebut mendera, jantung akan merespon dengan mengubah  bentuk jantung bagian bawah untuk menganggapi tekanan emosional atau psikologis yang berat. Sindrom ini-pun mirip dengan serangan jantung yang sangat berbahaya. Jangan pernah meremehkan nyeri dada karena akan menimbulkan stress kronis dan mengarah pada serangan jantung.

  1. Kegelisahan yang Berlebih

Kecemasan / kegelisahan dalam psikologi dinamakan dengan anxiety. Kegelisahan adalah gejala umum lain dari stress kronis. Kegelisahan yang menjadi pertanda stress kronis biasanya disertai dengan gejala yang berkaitan erat dengan gampang marah, pelupa dan kurangnya perhatian.

Kegelisahan mungkin bisa datang begitu saja tetapi kegelisahan yang datang dengan gejala stress kronis lainnya perlu diperhatikan karena bisa membahayakan diri kita.

  1. Gangguan Tidur

Tidak jarang stress diikuti dengan gejala seperti gangguan tidur. Gangguan tidur ini mungkin berbeda dengan gejala insomnia.  Gangguan tidur ini dikarenakan karena pikiran yang tidak tenang dan merasa dirinya harus berada pada mode waspada. Tidak hanya stress kronis, dalam stress biasapun kesulitan tidur merupakan salah satu gejalanya.

Biasanya gangguan tidur yang merupakan gejala stress kronis selalu diikuti dengan terbangun saat malam hari atau bangun sebelum waktunya bangun. Apabila tidak segera ditangani stress kronis akan menjadi parah karena beban yang ditanggung oleh saraf otak menjadi lebih berat.

Reply