Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD Adalah Gangguan Neurologikal?

ADHD adalah gangguan perilaku psikologis yang mempengaruhi 10% dari anak usia sekolah. Anak ADHD sering bertindak tanpa berpikir, berperilaku hiperaktif dan mengalami kesulitan fokus. Pada dasarnya mereka mengetahui apa yang mereka harapkan, namun mereka memiliki kesulitan untuk melakukannya karena mereka tidak bisa duduk diam, memperhatikan arahan dan sering gagal fokus.

Menurut situs kidshealth.org, anak laki-laki lebih berisiko mengalami ADHD dibandingkan anak perempuan. Anak laki-laki tiga kali lebih berisiko dibandingkan anak perempuan. Lalu apakah anak ADHD bisa sembuh? Kabar baiknya adalah anak ADHD dapat belajar menjadi lebih baik dan mengelola ADHD mereka dengan perawatan yang tepat.

Apa itu ADHD?

Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD adalah sebuah gangguan perkembangan dan neurologis yang ditandai dengan sekumpulan masalah berupa gangguan pengendalian diri, masalah rentang atensi, hiperaktivitas, dan impulsivitas yang menyebabkan kesulitan berperilaku, berfikir, dan mengendalikan emosi yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari.

Gejala ADHD dari Tipe-Tipe ADHD

Sebelumnya, ADHD dikenal sebagai gangguan perhatian defisit, atau Attention Deficit Disorder (ADD). Pada tahun 1994, namanya diubah menjadi ADHD dan dipecah menjadi tiga subtipe, masing-masing dengan pola perilaku yang berbeda. Adapun masing-masing gejala ADHD adalah sebagai berikut:

ADHD-Predominantly Inattentive Type

Karakteristik dan gejala ADHD inatensi yang sering muncul adalah:

  • Mudah terdistrak dengan stimulasi lain (penglihatan, suara, gerakan dalam lingkungan)
  • Tampak tidak mendengarkan ketika diajak berbicara langsung
  • Kesulitan mengingat dan mengikuti arahan
  • Kesulitan memusatkan perhatian pada tugas dan aktivitas bermain
  • Pelupa dalam aktivitas sehari-hari
  • Tampak bingung, mudah meluap-luap
  • Kesulitan memulai tugas dan tidak menyelesaikan tugas
  • Menghindari atau tidak menyukai tugas yang membutuhkan banyak usaha mental (seperti tugas sekolah atau pekerjaan rumah)
  • Sulit memperhatikan detail dan membuat kesalahan ceroboh
  • Mudah kehilangan barang yang berguna untuk mengerjakan tugas atau aktivitas
  • Kesulitan mengorganisir tugas dan aktivitas
  • Menunda-nuda pekerjaan dsb.

Kesulitan akademis akibat inatensi

Membaca

  • Kehilangan bagian yang sedang dibaca
  • Tidak bisa fokus pada apa yang sedang dibacanya (terutama apabila bacaan sulit, panjang, membosankan, dan tidak diminati), sehingga sering melewatkan beberapa kata, detail, dan pemahaman
  • Lupa pada yang telah dibacanya dan harus membaca ulang beberapa kali

Menulis

  • Sulit merencanakan dan mengorganisir tugas menulis
  • Tidak sesuai dengan topik akibat kehilangan apa yang sedang dipikirkan
  • Hasil tulisan sedikit dan lambat
  • Ejaan buruk membuat kesalahan-kesalahan teknis (huruf besar dsb)

Matematika

  • Kesalahan penghitungan akibat tidak perhatian pada tanda-tanda penghitungan
  • Sulit memecahkan persoalan karena ketidakmampuan mempertahankan fokus untuk menyelesaikan semua langkah-langkah pemecahannya.

ADHD-Predominantly Hyperactive-Impulsive Type

Karakteristik dan gejala ADHD hiperaktivitas yang sering muncul

  • Berlaku seolah-olah digerakan oleh motor
  • Meninggalkan tempat duduk di kelas atau pada situasi lain dimana ia diharapkan untuk duduk dalam jangka waktu tertentu
  • Tidak bisa duduk diam (jatuh dari kursi, duduk berlutut, berdiri disebelah meja dsb)
  • Sangat energetik, hampir selalu bergerak
  • Berlari atau memanjat pada situasi tidak tepat
  • Kesulitan melakukan pekerjaan atau permainan dengan diam

Karakteristik dan gejala impulsivitas yang sering muncul

  • Banyak bicara
  • Menginterupsi orang lain
  • Menjawab sebelum pertanyaan selesai
  • Kesulitan menunggu giliran dalam permainan atau kegiatan
  • Memecahkan barang, merusakan sesuatu
  • Mudah bosan, tidak sabar
  • Mengganggu orang lain
  • Membuat suara-suara aneh
  • Sulit mengantri, dsb

ADHD-Combined Type

Merupakan kombinasi dari dua jenis ADHD diatas, jenis ADHD-combined type adalah yang paling umum terjadi.

Meskipun ADHD pada anak menjadi sesuatu yang menantang, penting untuk diingat bahwa mereka tidaklah buruk atau susah dikontrol. Mereka memerlukan pendampingan dari kita semua karena mengalami kesulitan untuk mengendalikan perilaku tanpa obat dan terapi ADHD.

Penyebab ADHD

Penyebab ADHD belum dapat dipahami secara jelas karena belum ada penyebab tunggal yang telah diidentifikasi menyebabkan ADHD. Para peneliti yang mengeksplorasi kemungkinan faktor genetik dan lingkungan telah menunjukkan bahwa banyak anak ADHD yang memiliki kerabat dekat yang juga mengalami ADHD.

ADHD tidak disebabkan oleh kegiatan parenting, terlalu banyak gula, atau vaksin. Penyebab umum ADHD adalah disfungsi neurologikal dari pada kerusakan otak. Seperti halnya kesulitan belajar, penelitian menunjukkan bahwa hereditas memainkan peranan yang sangat kuat dalam menyebabkan disfungsi neurologikal. Adapun beberapa poin penyebab ADHD adalah sebagai berikut:

  • Area otak yang terkena dampak, adanya ketidaknormalan pada tiga area otak orang-orang yang mengalami ADHD, yaitu lobus prefrontal, lobus frontal, dan basal ganglia. Pada orang dengan ADHD, ukuran ketiga area otak ini sekitar 5% hingga 10% lebih kecil dibandingkan dengan orang normal.
  • Neurotransmitter yang teribat, abnormalitas neurotransmitter dapat menyebabkan ADHD, neurotransmitter merupakan zat kimia yang membantu dalam pengiriman pesan anatara neuron-neuron dalam otak
  • Faktor-faktor herediter, faktor herediter memainkan peran penting sebagai penyebab terjadinya ADHD. Herediter adalah menurunkan penyakit dalam garis keturunan.
  • Kelahiran Prematur, faktor risiko lain mungkin termasuk adalah kelahiran prematur, berat lahir sangat rendah, dan luka-luka ke otak saat lahir.
  • Toksin dan medis, penelitian juga menunjukkan bahwa merokok selama kehamilan dapat menimbulkan resiko ADHD pada anak.

Kriteria Diagnosis ADHD

Karena tidak ada tes khusus yang langsung dapat mendeteksi ADHD, diagnosis dilakukan dengan evaluasi yang lengkap. Banyak kasus ADHD pada anak dievaluasi dan diobati melalui perawatan primer, termasuk menggunakan dokter anak dan dokter keluarga, tetapi adakalanya juga perlu dirujuk ke spesialis seperti psikiater, ahli saraf dan psikolog.

Tim spesialis ini dapat membantu diagnosis ADHD yang diragukan karena ada kekhawatiran tentang adanya gangguan lain seperti kesulitan belajar(learning disability), sindrom Tourette, kecemasan(anxiety), dan depresi.

  • Gejala hiperaktivitas-impulsivitas atau gangguan perhatian muncul sebelum usia 7 tahun
  • Gejala ini muncul dalam dua atau lebih situasi (misal di sekolah dan di rumah)
  • Harus ada bukti jelas gangguan klinis dalam fungsi otak, akademik atau pekerjaan
  • Gejala tidak muncul bersamaan dengan gangguan perkembangan, skizofrenia, gangguan psikotik lain atau gangguan mental.

terapi adhd

Intervensi Pada Penderita ADHD

ADHD adalah gangguan yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat berhasil dikelola. Dokter ataupun tim spesialis seperti psikiater dan psikolog dapat membantu memberikan rencana jangka panjang untuk mengontrol perilaku anak ADHD.

Dalam kebanyakan kasus, ADHD lebih baik diobati dengan kombinasi obat-obatan dan terapi perilaku. Oleh sebab itu peran orangtua dan keluarga terdekat sangat dibutuhkan untuk rencana pengobatan anak ADHD. Berikut ini beberapa jenis intervensi untuk penderita ADHD:

Farmakoterapi

Menthylpenidate (ritallin) dan Dexamphetamine, manfaat:

  • Meningkatkan fokus perhatian
  • Mencegah gangguan
  • Meningkatkan kemampuan mereka dan membantu mereka bereaksi dengan cara yang lebih normal
  • Mengurangi kegelisahan dan impulsivitas

Parent training

Materi pelatihan tentang modifikasi perilaku melalui peran orangtua. Orangtua merupakan lingkungan terdekat yang dapat membantu anak dengan ADHD, sehingga orangtua perlu belajar bagaimana menangani anak ADHD.

Classroom Contingency Management

Penerapan modifikasi perilaku di kelas dapat dilakukan untuk mendukung terapi anak ADHD di rumah. Modifikasi perilaku di kelas ini diharapkan dapat mengajarkan anak ADHD untuk berlatih menjalani hidup.

Reply