Anxiety Disorder adalah Gangguan Kecemasan yang Berbahaya

Apa itu Anxiety Disorder?

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder adalah salah satu bentuk stres yang dialami baik secara fisik, emosional maupun sudut pandang mereka terhadap lingkungan sekitar. Kecemasan yang berkaitan tentang apa yang akan terjadi di masa depan atau merasa bersalah karena hal yang dikhawatirkan tersebut menjadi gangguan stres yang berbahaya.

Pada dasarnya kecemasan merupakan reaksi alami yang terjadi pada manusia. Kecemasan merupakan respon biologis yang menandakan kita memahami akan adanya bahaya dan ancaman. Fungsi biologis tersebut meliputi detak jantung yang berdetak kencang, sulit bernapas, gemetar pada tangan dan kaki yang kadang disertai dengan keringat.

Kecemasan yang Normal

Setiap orang pasti pernah merasakan perasaan cemas, bahkan sering merasa cemas pada waktu-waktu tertentu. Kita mungkin pernah merasa cemas ketika menghadapi masalah di tempat kerja, sebelum mengambil ujian, atau membuat sebuah keputusan penting.

Kecemasan normal membantu kita untuk tetap fokus dan waspada pada hal-hal tertentu. Tapi kecemasan yang terlalu berlebihan akan membuat keadaan emosional seseorang menjadi tidak stabil. Gangguan kecemasan akan mengganggu seseorang untuk menyelesaikan tugasnya dan bahkan membuat orang kehilangan kebahagiaan dalam hidupnya.

Jenis Anxiety Disorder

Anxiety disorder adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang paling umum terjadi di masyarakat. Sebagian dari mereka mengalami anxiety disorder karena mengalami stres dan rasa kekawatiran. Gangguan kecemasan ini bisa datang secara tiba-tiba dalam hidup kita. Kadang kecemasan ini membuat kita memikirkan malapetaka atau firasat yang entah datangnya dari mana, dia muncul begitu saja.

Ada berbagai jenis gangguan kecemasan yang memiliki beberapa gejala yang berbeda, namun sebenarnya mereka memiliki ciri umum yang hampir sama. Ciri tersebut adalah kecemasan yang intens yang tidak sesuai dengan kondisi tertentu akan mempengaruhi kebahagiaan seseorang. Adapun jenis-jenis anxiety disorder adalah sebagai berikut:

  • Generalized anxiety, gangguan kecemasan yang sifatnya umum. Orang akan memiliki kekhawatiran yang berlebih tentang banyak hal seperti kegiatan sekolah, keselamatan ataupun memiliki firasat buruk untuk masa depan. Dengan adanya firasat tersebut seseorang biasanya akan memiliki gejala fisik seperi sakit kepala, kelelahan dan ketegangan otot. Pada tahap ini kecemasan juga membuat orang akan menghindari kegiatan sosial.
  • Obsessive compulsive disorder (OCD), gangguan kecemasan yang dihasilkan karena memiliki obsesi yang tinggi(obsessive). Dia memiliki pemikiran yang berlebihan dan mencoba melakukan tindakan berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan tersebut(compulsive).
  • Phobias/Fobia, merupakan tipe anxiety disorder yang takut pada hal tertentu pada sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya. Ini adalah ketakutan intens yang biasanya berkaitan dengan ketinggian, hewan tertentu seperti anjing, atau takut terbang menggunakan pesawat. Fobia biasanya membuat orang tersebut menghindari apa yang ditakutinya.
  • Social phobia (social anxiety), social anxiety disorder adalah kecemasan yang dipicu oleh situasi sosial seperti berbicara di depan orang yang ditakutinya. Ini terkadang membuat orang akan membisu secara selektif pada orang-orang tertentu karena mereka takut untuk berbicara.
  • Panic attacks/serangan panik, kecemasan yang terjadi tanpa alasan yang jelas. Pada panic attacks ini biasanya ditemui gejala fisik seperti sesak napas, pusing, kesemutan, mati rasa dan jantung berdebar tidak karuan.
  • Posttraumatic stress disorder (PTSD)/gangguan stres pasca trauma, ini merupakan jenis anxiety disorder dari pengalaman masa lalu yang traumatis. Kecemasan ini biasanya terjadi karena ingatan masa lalu, mimpi buruk atau mengalami hal yang mirip dengan kejadian yang pernah membuatnya trauma.

Penyebab Anxiety Disorder

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab anxiety disorder. Faktor genetika, biokimia otak, tingkat stres yang tinggi dan beberapa kecemasan yang ditumbulkan karena takut naik pesawat/ketinggian merupakan penyebab anxiety disorder.

Faktor genetika dijelaskan sebagai penyebab anxiety karena seseorang yang memiliki anggota keluarga yang memiliki anxiety beresiko lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki garis keturunan anxiety. Faktor tersebut dipengaruhi oleh gen yang mempengaruhi perkembangan otak secara kimia dan keadaan neurotransmitter. Tapi perlu diingat juga bahwa tidak semua anxiety dikarenakan faktor keturunan.

Faktor lain yang menjadi penyebab anxiety adalah kejadian traumatis pada masa kecil yang membuat anak yang tumbuh dewasa merasa masih takut untuk menjalani hal-hal tertentu. Anak yang sering pindah tempat tinggal juga terkadang menjadi pemicu kecemasan karena perlu adaptasi dan mengenal hal-hal baru sebagai transisi besar dalam hidup.

Pendidikan masa kanak-kanak juga berperan dalam perkembangan anxiety disorder. Anak yang diajarkan mengenai sesuatu yang berbahaya akan direkam dalam memorinya dan membuat anak merasa takut saat menghadapi sesuatu.

Gejala dan Ciri-ciri Anxiety Disorder

Meskipun anak-anak pernah merasa mengalami kecemasan pada situasi tertentu, namun kecemasan yang berlebihan perlu kita waspadai dan kita pantau terus. Anxiety disorder adalah gangguan kecemasan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki rasa khawatir yang berlebih bahkan hingga berminggu-minggu
  • Sulit untuk tidur di malam hari tapi mengantuk di siang hari
  • Sering merasa gelisah dan lelah setelah bangun tidur
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gampang marah

Masalah-masalah tersebut dapat mempengaruhi kehidupan kita sehingga kita tidak bisa konsentrasi pada hal penting yang dikerjakan. Anak dengan anxiety disorder juga terkadang enggan berbicara mengenai masalah yang sedang dihadapinya kepada orang lain, karena mereka khawatir orang lain tidak akan memahami masalah yang sedang dihadapinya. Mereka juga takut dihakimi dan disebut masih memiliki mental kanak-kanak sehingga mereka memilih untuk menghadapi masalah tersebut sendirian.

Mengobati Anxiety Disorder

Anxiety disorder adalah gangguan kecemasan yang dapat diobati oleh praktisi kesehatan mental profesional. Seorang praktisi/terapis biasanya akan melihat gejala dan mendiagnosa gangguan tertentu. Dari situ terapis akan membuat rencana untuk membantu anak mengobati anxiety disorder.

Anxiety bisa dibantu dengan jenis terapi bicara yang disebut terapi perilaku kognitif/cognitive-behavior therapy (CBT). Pada terapi perilaku kognitif anak-anak akan diajarkan bagaimana harus bertindak dalam situasi tertentu yang menyebabkan kecemasan. Terapi juga akan mengajarkan bagaimana mengelola dan mengatasi stres yang memicu gangguan kecemasan.

Terapis juga akan memberikan bimbingan dan mengajarkan keterampilan baru seperti teknik relaksasi dan latihan pernapasan. Ini akan membuat anak menjadi rileks dan mampu mengelola kecemasan berlebihan.

Anxiety disorder adalah gangguan yang harusnya mendapat dukungan dari kita semua. Kita perlu bersabar dan positif dalam membantu orang dengan anxiety. Kita percaya bahwa perawatan yang tepat akan dapat mengatasi kecemasan yang sering terjadi dalam hidup ini.

10 Comments

  1. rafik Reply
    • Bambang Sumarsono Reply
  2. Zahra Reply
    • Bambang Sumarsono Reply
  3. Riry Reply
    • Bambang Sumarsono Reply
  4. alfia Reply
    • Bambang Sumarsono Reply
  5. Linda Reply
  6. Sherly Reply

Reply