Anxiety

Anxiety Disorder adalah Gangguan Kecemasan yang Berbahaya

Anxiety disorder adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang umum terjadi di masyarakat. Gangguan kesehatan mental ini sering juga disebut dengan gangguan kecemasan. Sebagian dari masyarakat di Indonesia mengalami anxiety disorder karena mengalami stres dan rasa kekhawatiran.

Gangguan kecemasan bisa datang secara tiba-tiba. Kadang kecemasan ini membuat seseorang memikirkan malapetaka atau firasat yang entah datangnya dari mana, perasaan tersebut muncul begitu saja.

Kecemasan yang Normal

Setiap orang pasti pernah merasakan perasaan cemas, bahkan sering merasa cemas pada waktu-waktu tertentu. Perasaan cemas biasanya muncul ketika seseorang menghadapi masalah di tempat kerja, menghadapi ujian, atau saat membuat sebuah keputusan penting.

Kecemasan merupakan reaksi alami yang terjadi pada manusia. Sikap ini merupakan respon biologis yang menandakan seseorang memahami akan adanya bahaya dan ancaman. Respon biologis tersebut meliputi detak jantung yang berdetak kencang, sulit bernapas, gemetar pada tangan dan kaki yang disertai dengan keringat.

Kecemasan yang normal membantu kita untuk tetap fokus dan waspada. Tapi kecemasan yang berlebihan akan membuat keadaan emosional seseorang menjadi tidak stabil.

Kapan Gangguan Kecemasan Menjadi Masalah Kesehatan Mental?

Kecemasan berubah menjadi masalah kesehatan mental jika kecemasan tersebut berdampak pada kemampuan seseorang menjalani hidup. Waspadai jika seseorang yang cemas sudah sampai pada tahap berikut:

  • Mengalami rasa cemas yang sangat kuat atau bertahan lama
  • Mengalami ketakutan yang tidak sesuai dengan situasi
  • Mengalami kekhawatiran yang sulit dikendalikan
  • Secara teratur mengalami gejala kecemasan, yang bisa tergolong sebagai serangan panik
  • Merasa sulit untuk menjalani kehidupan sehari-hari
gambar seseorang dengan gangguan kecemasan

Apa itu Anxiety Disorder?

Anxiety disorder adalah jenis gangguan mental yang memiliki dua sifat utama : ketakutan dan kecemasan. Kedua sifat tersebut yang membedakan anxiety dengan masalah kesehatan mental lainnya. Memiliki kedua sifat tersebut secara intens membuat seseorang tidak bisa menjalani hidup secara normal.

Ketakutan adalah emosi yang dialami dalam menanggapi ancaman yang akan terjadi (nyata atau yang dibayangkan). Disisi lain, kecemasan adalah keadaan emosional yang dialami dalam mengantisipasi potensi ancaman di masa depan.

Jenis Anxiety Disorder

Gangguan kecemasan dapat dialami seseorang dengan cara yang berbeda. Apabila seseorang merasakan tahap kecemasan intens, dokter mungkin dapat membantu melakukan diagnosis dengan gangguan kecemasan tertentu.

Adapun jenis-jenis anxiety disorder adalah sebagai berikut:

  • Generalised Anxiety Disorder (GAD), gangguan kecemasan yang sifatnya umum. Orang akan memiliki kekhawatiran yang berlebih tentang banyak hal seperti kegiatan sekolah, keselamatan ataupun memiliki firasat buruk di masa depan. Firasat tersebut membuat seseorang memiliki gejala fisik seperi sakit kepala, kelelahan dan ketegangan otot. Pada tahap ini kecemasan juga membuat orang akan menghindari kegiatan sosial.
  • Obsessive Compulsive Disorder (OCD), gangguan kecemasan yang dihasilkan karena memiliki obsesi yang tinggi (obsessive). Dia memiliki pemikiran yang berlebihan dan mencoba melakukan tindakan berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan tersebut (compulsive).
  • Phobias / Fobia, merupakan tipe anxiety disorder yang takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya. Ini adalah ketakutan intens yang biasanya berkaitan dengan ketinggian, hewan tertentu seperti anjing, atau takut terbang menggunakan pesawat. Fobia biasanya membuat orang tersebut menghindari apa yang ditakutinya.
  • Social Phobia (Social Anxiety), social anxiety disorder adalah kecemasan yang dipicu oleh situasi sosial seperti berbicara di depan orang yang ditakutinya. Seseorang akan membisu secara selektif pada saat berhadapan dengan orang-orang tertentu karena mereka takut untuk berbicara.
  • Panic attacks / serangan panik, kecemasan yang terjadi tanpa alasan yang jelas. Pada panic attacks ini biasanya ditemui gejala fisik seperti sesak napas, pusing, kesemutan, mati rasa dan jantung berdebar tidak karuan.
  • Post-traumatic Stress Disorder (PTSD) / gangguan stres pasca trauma, merupakan jenis anxiety disorder dari pengalaman masa lalu yang traumatis. Kecemasan ini biasanya terjadi karena ingatan masa lalu, mimpi buruk atau mengalami hal yang mirip dengan kejadian yang pernah membuatnya trauma.
  • Health Anxiety, gangguan kecemasan dimana seseorang mengalami obsesi dan dorongan yang berkaitan dengan penyakit, termasuk meneliti gejala atau memeriksa untuk melihat apakah penyakit tersebut menyerang dirinya. Kecemasan ini sangat erat hubungannya dengan OCD.
  • Perinatal anxiety or perinatal OCD, gangguan kecemasan yang dialami beberapa wanita selama kehamilan atau pada tahun pertama setelah melahirkan.
  • Body dysmorphic disorder (BDD), gangguan kecemasan pada seseorang yang mengalami obsesi dan dorongan yang berkaitan dengan penampilan fisik Anda. Biasanya terjadi pada public figure, atlet, dan model.

Penyebab Anxiety Disorder

Belum ada yang tahu persis apa yang menjadi penyebab anxiety disorder, tetapi mungkin ada banyak faktor yang terlibat. Beberapa faktor berikut dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan kecemasan:

  • Pengalaman masa lalu / masa kecil
  • Situasi kehidupan saat ini
  • Masalah kesehatan fisik dan mental
  • Obat-obatan dan Alkohol

Apakah anxiety bisa diturunkan secara genetik?

Penelitian menunjukkan bahwa memiliki kerabat dekat / keluarga dengan masalah kecemasan meningkatkan peluang seseorang mengalami gangguan kecemasan. Tetapi pada saat ini belum ada cukup bukti yang menunjukkan apakah ini karena kita berbagi beberapa faktor genetik yang membuat kita lebih rentan terhadap perkembangan kecemasan, atau karena kita mempelajari cara berpikir dan perilaku tertentu dari anggota keluarga lainnya ketika seseorang tumbuh dewasa.

1. Pengalaman masa lalu / masa kecil

Pengalaman sulit di masa kecil, remaja atau dewasa adalah pemicu umum dari gangguan kecemasan. Dampak dari mengalami stres dan trauma akan lebih besar jika dialami seseorang ketika masih sangat muda. Beberapa pengalaman yang dapat memicu masalah kecemasan adalah sebagai berikut:

  • Penganiayaan fisik atau emosional
  • Kurangnya kasih sayang
  • Kehilangan orang tua / keluarga yang disayangi
  • Merasa ditindas dan dikucilkan dalam kehidupan sosial

2. Situasi kehidupan saat ini

Kondisi kehidupan saat ini juga dapat memicu kecemasan, contohnya:

  • Ditindas dan dilecehkan oleh orang lain
  • Merasa tertekan baik dalam lingkungan sekolah maupun lingkungan kerja
  • Tingkat stres yang tinggi
  • Merasa kesepian / terisolasi
  • Kehilangan benda / seseorang yang dicintai

3. Masalah kesehatan fisik dan mental

Hidup dengan memeliki gangguan kesehatan fisik yang serius, berkelanjutan atau mengancam jiwa kadang-kadang dapat memicu kecemasan. Kondisi frustasi mendorong seseorang dengan masalah kesehatan fisik menjadi tertekan, stres dan takut menjalani kehidupan.

Beberapa gangguan kesehatan mental lainnya juga dapat memicu seseorang memiliki kecemasan. Misalnya orang yang memiliki gangguan depresi beresiko memiliki anxiety.

4. Obat-obatan & alkohol

Gangguan kecemasan juga dapat dipicu sebagai efek samping dari penggunaan:

  • beberapa jenis obat psikiatris
  • beberapa jenis obat untuk masalah kesehatan fisik
  • narkoba dan alkohol

Gejala dan Ciri-ciri Anxiety Disorder

Anxiety disorder adalah gangguan kecemasan yang memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:

  • Memiliki rasa khawatir yang berlebih bahkan hingga berminggu-minggu
  • Sulit untuk tidur di malam hari tapi mengantuk di siang hari
  • Sering merasa gelisah dan lelah setelah bangun tidur
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gampang marah

Gejala anxiety disorder yang bisa diamati dari perubahan yang berdampak pada kondisi tubuh:

  • Merasa sangat pusing
  • Detak jantung cepat, berdebar dan tidak teratur
  • Bernapas lebih cepat dan kadang sesak napas
  • Merasa gelisah dan tidak bisa diam
  • Mengalami masalah tidur
  • Sering menggerus gigi, terutama malam hari
  • Sering pergi ke toilet tanpa sebab
  • Berkeringat berlebih dan muka merah
  • Mengalami serangan panik

Gejala anxiety disorder yang diamati dari perubahan yang berpengaruh pada pikiran seseorang:

  • Merasa seperti dunia sedang melaju lebih cepat atau melambat
  • Merasa seperti orang lain memperhatikan kecemasannya
  • Merasa tegang, gugup atau tidak bisa santai
  • Khawatir bahwa Anda kehilangan kontak dengan kenyataan
  • Sering merenung mengenai hal buruk
  • Merasa jiwanya keluar dari tubuhnya sendiri
  • Merasa dunia seperti tidak nyata lagi
  • Merasa khawatir dengan kecemasan itu sendiri, takut kecemasan terjadi didepan banyak orang

Seseorang dengan anxiety disorder terkadang enggan berbicara mengenai masalah yang sedang dihadapinya. Mereka khawatir orang lain tidak akan memahami masalah yang sedang dihadapinya. Mereka takut dihakimi dan disebut masih memiliki mental kanak-kanak sehingga mereka memilih untuk menghadapi masalah tersebut sendirian.

Mengobati Anxiety Disorder

Anxiety disorder adalah gangguan kecemasan yang dapat diobati oleh praktisi kesehatan mental profesional. Seorang praktisi / terapis biasanya akan melihat gejala dan mendiagnosa gangguan tertentu. Setelah itu terapis akan membuat rencana untuk membantu anak mengobati anxiety disorder.

Anxiety bisa dibantu dengan jenis terapi bicara yang disebut terapi perilaku kognitif/cognitive-behavior therapy (CBT). Pada terapi perilaku kognitif pasien akan diajarkan bagaimana harus bertindak dalam situasi tertentu yang menyebabkan kecemasan. Terapi juga akan mengajarkan bagaimana mengelola dan mengatasi stres yang memicu gangguan kecemasan.

Terapis juga akan memberikan bimbingan dan mengajarkan keterampilan baru seperti teknik relaksasi dan latihan pernapasan. Ini akan membuat anak menjadi rileks dan mampu mengelola kecemasan berlebihan.

Anxiety disorder adalah gangguan yang harusnya mendapat dukungan dari semua pihak. Kita perlu bersabar dan positif dalam membantu orang dengan anxiety. Kita percaya bahwa perawatan yang tepat akan dapat mengatasi kecemasan yang sering terjadi dalam hidup ini.