Apa itu Sindrom Asperger? Berikut Penyebab, Gejala Dan Pengobatannya

Asperger Syndrome(AS) atau sindrom asperger adalah gangguan yang sejenis dengan autisme. Baik aspeger maupun autisme mempengaruhi bagaimana seseorang menafsirkan bahasa, berkomunikasi, dan bersosialisasi. Pada awalnya asperger dianggap sebagai gangguan yang berbeda dengan autism dan memiliki kondisi diagnosis sendiri.

Hal itu berubah ketika pada tahun 2013, buku panduan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima atau biasa disebut DSM-5 mengubah klasifikasi asperger. Dalam buku panduan DSM-5 tersebut menunjukkan bahwa seseorang yang mengalami ciri-ciri asperger didiagnosis dengan autism karena dianggap masuk dalam spektrum autisme.

Sindrom Asperger Dalam Spektrum Autisme

Istilah spektrum autisme digunakan untuk berbagai macam perkembangan disabilitas. Disabilitas ini mungkin muncul karena adanya kombinasi yang berbeda dengan tingkat keparahan yang bervariasi pada masing-masing individu. Dua orang yang memiliki diagnosis dan pola perilaku yang sama dapat memiliki keterampilan dan kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu muncul istilah “low-functioning,” “high-functioning,” “autistic tendencies,” “pervasive developmental disorder,” dan yang lainnya untuk menggambarkan seseorang yang perilakunya termasuk dalam spektrum autisme.

Seseorang dengan sindrom asperger dianggap berada di ujung spektrum autisme di level “high-functioning.” Dan apabila dilihat pada gender yang mungkin mengembangkan AS, laki-laki lebih beresiko tiga sampai empat kali lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.

Apa Itu Asperger?

Dinamai dengan gangguan sindrom asperger karena penemunya bernama Hans Asperger. Dia adalah seorang dokter anak dari Wina yang pada tahun 1944 mengamati pola perilaku yang tampak pada beberapa pasiennya yang kebanyakan berjenis kelamin laki-laki. Asperger menyadari bahwa anak-anak tersebut pada dasarnya memiliki perkembangan kecerdasan dan bahasa yang normal, tetapi mereka tidak memiliki keterampilan dan komunikasi yang baik. Selain itu anak-anak tersebut juga memiliki kontrol koordinasi yang buruk.

Sindrom asperger adalah gangguan yang ditandai dengan kemampuan interaksi sosial yang buruk, obsesif, pola ucapan aneh, wajah kurang berekspresi, dan tingkah laku aneh lainnya. Seringkali orang dengan sindrom asperger akan mengalami kesulitan dalam membaca bahasa tubuh orang lain. Individu dengan asperger juga mungkin memiliki sensitivitas yang tidak biasa terhadap rangsangan sensorik, contohnya mereka terganggu oleh cahaya dimana orang lain tidak masalah, dia juga menutupi telinga mereka tanpa alasan yang pasti.

Pada umumnya seseorang dengan gangguan ini bisa hidup sehari-hari namun cenderung kurang dewasa secara sosial. Dia mungkin akan terlihat aneh atau eksentrik dibandingkan teman sebayanya. Karakteristik lain yang mungkin dimiliki biasanya berupa perkembangan motorik yang lambat, canggung, memiliki minat terbatas dan disibukkan dengan keasyikan yang aneh di mata orang lain.

Gajala dan Ciri-Ciri Asperger

Berhubung gejala dan ciri-ciri asperger bisa identik dengan gejala gangguan lainnya, bantuan dokter atau spesialis kesehatan lainnya dapat membantu mengevaluasi sindrom asperger. Ada beberapa kasus dimana seseorang didiagnosis memiliki Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sebelum diagnosis asperger dilakukan. Adapun gejala dan ciri-ciri asperger antara lain:

  • Interaksi sosial yang tidak tepat atau susah berinteraksi sosial
  • Percakapan yang hampir selalu berputar di sekitar diri sendiri dan bukan yang lain
  • Sering berbicara yang berulang
  • Masalah dengan kemampuan membaca, matematika, atau menulis
  • Obsesi dengan topik yang kompleks, seperti pola atau musik
  • Memiliki kemampuan kognitif nonverbal dibawah rata-rata, meski kemampuan kognitif verbal biasanya di atas rata-rata
  • Gerakan canggung
  • Memiliki perilaku atau tingkah laku yang aneh

Perlu diketahui bahwa sindrom asperger tidak menunjukkan penundaan keterampilan berbahasa seperti halnya anak autis. Biasanya mereka memiliki keterampilan tata bahasa dan kosa kata yang baik sejak dini. Namun kebanyakan dari mereka memiliki kelainan dalam menggunakan bahasa dalam konteks sosial.

Penyebab Sindrom Asperger

Peneliti dan para ahli kesehatan mental masih terus melakukan penyelidikan mengenai penyebab sindrom asperger dan autisme. Kelainan otak menjadi salah satu penyebab yang memungkinkan terjadinya asperger. Hal ini didasarkan pada pencitraan otak yang terlihat memiliki perbedaan structural dan fungsional antara individu dengan asperger dan orang normal.

Penyebab sindrom asperger lainnya kemungkinan terjadi karena faktor genetika. Penelitian menunjukkan bahwa gangguan asperger ini bisa dikaitkan dengan masalah kesehatan mental lainnya seperti depresi ataupun gangguan bipolar/bipolar disorder.

Banyak yang menganggap bahwa asperger ini disebabkan oleh pola asuh yang tidak baik dari orang tuanya. Sayangnya anggapan itu tidak benar, sindrom asperger sama sekali tidak disebabkan oleh pola asuh orangtua ataupun kondisi emosional. Gangguan ini merupakan kelainan neurobiologist yang penyebabnya belum sepenuhnya dipahami.

Mengobati Sindrom Asperger

Perilaku dan masalah dalam sindrom asperger mungkin akan berbeda satu sama lain. Hal ini menyebabkan tidak ada resep atau perawatan khusus pada pasien tersebut. Perawatan yang diberikan akan selalu mengacu pada kekuatan dan kelemahan setiap individu yang memiliki asperger. Berikut ini beberapa perawatan yang umum dilakukan:

  • Pendidikan dan pelatihan orang tua
  • Intervensi pendidikan khusus
  • Pelatihan keterampilan sosial
  • Terapi bahasa
  • Untuk anak muda, pelatihan integrasi sensorik. Ini biasanya melibatkan terapi okupasi, di mana seorang anak tidak peka terhadap rangsangan atau dia terlalu sensitif terhadapnya
  • Psikoterapi atau terapi perilaku / kognitif untuk anak yang lebih tua
  • Obat-obatan

Menemukan program perawatan yang tepat adalah kunci dari mengobati sindrom asperger. Individu dengan gangguan ini akan mendapatkan perkembangan yang bagus jika mendapat perlakukan dan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Mungkin saat ini tidak ada obat khusus yang digunakan untuk sindrom asperger, namun dengan bantuan dan dukungan keluarga, individu dengan gangguan ini dapat menjalani hidup mereka dengan penuh kebahagiaan. Penting sekali untuk melibatkan orang-orang terdekatnya seperti anggota keluarga, pengasuh anak, guru dan teman dekatnya.

Membantu Anak Dengan Sindrom Asperger

Memiliki anak dengan sindrom asperger menjadi tantangan sendiri bagi orangtua. Orangtua diharapkan mampu untuk menyesuaikan diri dan berusaha memberikan dukungan agar anak dapat berkembang sebagaimana mestinya. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orangtua dalam mendapingi anaknya antara lain:

  • Mengikuti program pendidikan atau pelatihan untuk menjadi orangtua dari anak yang memiliki sindrom asperger. Ingat bahwa orangtua adalah guru pertama bagi anaknya.
  • Mengajarkan anak untuk memiliki keterampilan swadaya yang akan membantu anak memiliki kemandirian.
  • Berbicaralah kepada oranglain bahwa anak tersebut memiliki kebutuhan khusus agar mereka juga memahami dan mendukungnya.
  • Mencari program pengobatan atau intervensi yang sesuai dan spesifik pada kebutuhan anak dengan mengenali kekurangan dan kelebihannya.
  • Memilih program perawatan khusus yang berfokus pada tujuan janngka panjang dan sesuai dengan perkembangan anak.
  • Penuhi kebutuhan anak dengan sindrom asperger sesuai kebutuhannya dan layaknya anggota keluarga yang lain.
  • Bergabunglah dalam komunitas yang mendukung anak dengan asperger. Mereka akan member banyak manfaat, sharing pengalaman dan dukungan lainnya.

Reply