Penyakit OCD adalah Gangguan Obsesif-Kompulsif?

OCD adalah singkatan dari obsessive-compulsive disorder / gangguan obesif-kompulsif. Penyakit OCD merupakan gangguan kesehatan mental kronis dan berlangsung lama. Seseorang dengan OCD akan memiliki pikiran yang tak terkendali (obsesi) dan perilaku berulang (kompulsif).

Apa itu OCD?

Obsessive-compulsive disorder adalah salah satu bentuk gangguan kecemasan. OCD memiliki dua bagian utama yaitu: obsesi dan dorongan / kompulsif.

  • Obsesi adalah pikiran, desakan, kekhawatiran atau keraguan yang tidak diinginkan. Pikiran kekhawatiran tersebut muncul berulang kali dibenak seseorang sehingga membuat orang tersebut merasa sangat cemas. Beberapa orang menggambarkan kondisi semacam ini sebagai ketidaknyamanan mental dibandingkan gangguan kecemasan.
  • Kompulsif adalah aktivitas berulang yang dilakukan seseorang untuk mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi.

Orang yang memiliki OCD sangat khawatir dan gelisah. Mereka kadang merasa takut mengenai hal buruk yang bisa terjadi pada mereka. Kadang-kadang mereka merasa harus mendapatkan sesuatu yang dirasa “benar” dan harus memastikannya itu sesuai dengan firasatnya.

Orang dengan penyakit OCD memiliki kekhawatiran yang berlebihan sehingga mereka bisa menghabiskan banyak waktu, atau bahkan sepanjang hari mengkhawatirkan berbagai hal dan mencoba memastikan hal buruk yang dikhawatirkannya tidak terjadi.

Perbedaan Kekhawatiran Normal dengan Penyakit OCD

Semua orang pasti pernah merasa khawatir dalam hidupnya, entah itu karena tersesat atau sesuatu menimpa orang yang dikenalnya. Kekhawatiran adalah sikap normal bagaimana tubuh merespon rasa takut. Bahkan rasa khawatir tersebut dapat membantu seseorang untuk terus terjaga dan berhati-hati dalam melakukan tindakan.

Kekhawatiran normal akan menjadi penyakit OCD jika :

  • Menggangu aktivitas sehari-hari. Kompulsif adalah aktivitas yang berulang dan bisa menghabiskan banyak waktu. Apabila kekhawatiran sampai menggangu seseorang untuk pergi bekerja, bercengkerama dengan teman maka situasi ini sudah masuk kategori OCD. Selain itu pikiran obsesi dapat membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi dan membuat tubuh merasa lelah.
  • Berdampak pada hubungan sosial. Kekhawatiran membuat seseorang berperilaku aneh, jika sudah pada tahap harus menyembunyikan perilaku kecemasan pada teman dan kerabat maka ini merupakan gejala OCD.
  • Merasa malu atau kesepian. Merasa malu dengan pikiran obsesi bisa membuat seseorang merasa sangat terisolasi.
  • Berdampak pada kesehatan fisik. Kecemasan yang disebabkan oleh obsesi dapat memengaruhi kesehatan fisik seseorang seperti menjadi cepat lelah.
penyakit ocd adalah gangguan obsesif-kompulsif

Yang Beresiko Memiliki OCD Adalah:

Fakta tentang OCD adalah, lebih dari 1 juta anak-anak dan remaja, baik laki-laki maupun perempuan di Amerika Serikat memiliki OCD. Itu sekitar 1 dari setiap 100 anak-anak dan remaja. Dalam beberapa penelitian termasuk orang dewasa, OCD dilaporkan sebanyak 1 dari 50 orang. Hal ini karena banyak orang yang mengalami penyakit OCD namun tidak menyadarinya.

OCD adalah masalah kesehatan mental yang mempengaruhi sekitar 3% populasi, dan mempengaruhi pria dan wanita secara merata. Selebriti yang terpengaruh oleh OCD adalah David Beckham dan Howie Mandel. Contoh lain adalah Howard Hughes, pengusaha dan konglomerat bisnis yang terpengaruh oleh OCD.

Gejala OCD

Penyakit OCD mungkin akan menimbulkan gejala obsesi, dan atau gejala kompulsif. Namun ada kalanya seseorang dengan OCD hanya akan mengalami Pure O / Purely Obsessional .

1. Gejala Obsesi

Gejala obsesi adalah gejala ocd yang berupa pikiran, gambar, dorongan atau keraguan yang terus-menerus muncul di benak seseorang secara berulang. Gangguan tersebut mengganggu pikiran dan kendali seseorang.

Jenis ObsesiContohnya termasuk:
Takut menyebabkan atau gagal mencegah bahaya1. khawatir telah menyakiti seseorang,
2. khawatir apakah akan menyakiti seseorang.
Pikiran, gambar, dan impuls yang mengganggu1. pikiran atau bayangan seperti telah melakukan sesuatu yang kasar atau kasar, sehingga berpikir bahwa dirinya adalah orang yang berbahaya,
2. pemikiran agama atau penghujatan yang bertentangan dengan keyakinan agamanya,
3. ragu akan hubungan dengan pasangannya, sehingga mengarahkan untuk mengakhiri hubungan untuk menghilangkan keraguan dan kecemasan.
Takut akan kontaminasi1. perasaan takut apakah telah mengalami kontaminasi yang menyebabkan penyakit,
2. merasa jijik.
Takut pada sesuatu yang tidak urut atau tidak simetritakut akan terjadi hal buruk jika sesuatu tidak sesuai, seperti tidak simetri atau tidak urut.

2. Gejala Kompulsif

Gejala kompulsif adalah gejala OCD yang berkaitan dengan aktivitas berulang untuk mengatasi kesusahan yang disebabkan oleh pikiran obsesi.

Gejala kompulsif dapat berupa:

  • tindakan fisik,
  • ritual mental,
  • melibatkan angka, misalnya seseorang harus menyelesaikan tindakan beberapa kali tanpa diganggu.
Jenis kompulsifContohnya termasuk:
Ritual1. sering mencuci tangan, tubuh, atau benda-benda di sekitar,
2. menyentuh hal-hal dalam urutan tertentu atau pada waktu tertentu,
3. mengatur objek dengan cara tertentu.
Memeriksa1. berulangkali mengecek pintu dan jendela untuk memastikan sudah terkunci,
2. mengecek tubuh atau pakaian apakah terkontaminasi atau tidak,
3. mengecek rute perjalanan untuk memastikan tidak akan mengalami kecelakaan.
Mengoreksi1. mengulang beberapa kata, nama atau frasa saat berbicara,2. menghitung sampai ke nomor tertentu.
Memastikanberulang kali meminta orang lain untuk memberi tahu apakah semuanya baik-baik saja.

3. Pure O

Pure O berarti obsesi yang sangat murni / Purely Obsessional. Istilah Pure O ini digunakan untuk seseorang yang mengalami pemikiran yang mengganggu / obsesi namun tidak ada tanda mengalami gejala kompulsif eksternal (misalnya memeriksa atau mencuci).

Seseorang yang memiliki Pure O masih akan mengalami tekanan mental, tetapi mungkin tidak menyadarinya. Karena Pure O tidak sejelas kompulsif fisik, kadang-kadang sulit untuk mendefinisikan dengan tepat apa kompulsif ini.

Penyebab OCD

Gangguan obsesif-kompulsif / OCD adalah gangguan yang tidak menular, bahkan tidak ada yang tahu persis bagaimana dan mengapa orang mendapatkan OCD, meskipun para ilmuwan mulai mempelajarinya. Para ahli mengetahui sedikit pola penyebab ocd, yaitu:

1. Disfungsional Keyakinan

Penyakit OCD dapat berkembang karena kepercayaan dan interpretasi yang disfungsional. Seseorang dengan OCD mungkin merasa memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan apa yang seharusnya ditanggung, sehingga menimbulkan reaksi yang tidak proporsional.

2. Pengalaman Pribadi

Beberapa teori menyatakan bahwa penyebab OCD bisa diperoleh dari pengalaman pribadi. Sebagai contoh:

  • pengalaman masa kecil, pengalaman masa kecil yang menyakitkan atau menderita trauma dan pelecehan, mungkin membuat seseorang tumbuh dengan obsesi dan dorongan untuk mengatasi kecemasan
  • faktor keluarga, apabila orang tua memiliki pemikiran obsesi dan perilaku kompulsif maka anak akan belajar bahwa perilaku kompulsif tersebut sebagai bentuk penyelesaian masalah pemikiran obsesi.
  • kecemasan atau stres, peristiwa stres seperti kecelakaan mobil dapat menjadi penyebab OCD.

3. Faktor Biologis

Beberapa teori biologi menunjukkan bahwa kurangnya serotonin kimia otak dapat menjadi penyebab OCD. Namun, para ahli tidak setuju tentang peran itu. Tidak jelas apakah kurangnya serotonin menyebabkan OCD atau efek dari kondisi tersebut.

Studi juga telah melihat faktor genetik dan bagaimana berbagai bagian otak mungkin terlibat dalam menyebabkan OCD, tetapi tidak menemukan bukti yang konklusif.

Pengobatan OCD

Pengobatan bisa membantu seseorang dengan OCD menjadi lebih baik. Kebanyakan orang yang mendapatkan pengobatan yang tepat menunjukkan peningkatan yang signifikan pada penyakit OCD mereka.

Adapun pengobatan OCD yang dapat membantu, diantaranya:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif / Cognitive behavioural therapy (CBT) adalah terapi yang berfokus pada bagaimana pikiran, keyakinan, dan sikap seseorang memengaruhi perasaan dan perilaku.

Terapi perilaku kognitif telah banyak membantu orang dengan panyakit OCD. Pada awalnya memang terapi ini bisa menyebabkan kecemasan, sehingga konsultasikan penggunaan terapi ini pada dokter atau psikiater terlebih dulu.

2. Pencegahan Paparan dan Respon

Pencegahan paparan dan repons / Exposure and response prevention (ERP) adalah jenis terapi perilaku kognitif yang direkomendasikan untuk mengobati OCD. ERP bekerja dengan membantu seseorang menghadapi obsesi dan menahan keinginan untuk melakukan tindakan kompulsif.

Selama menjalani terapi ERP, terapis akan melakukan pendekatan dan bimbingan agar pasein didorong untuk mencoba dan mentolerir kecemasan.

Terapi ERP membantu seseorang untuk melihat bahwa perasaan tidak nyaman pada akhirnya akan hilang bahkan jika orang tersebut tidak melakukan tindakan kompulsif.

3. Obat untuk OCD

Dokter mungkin akan menawarkan beberapa jenis untuk mengobati OCD. Contoh obat OCD adalah sebagai berikut:

  • antidepresanmenurut mind.org.uk, antridepresan direkomendasikan untuk pengobatan OCD oleh National Institute of Health dan Social Care Excellence (NICE),
  • obat penenang , dokter mungkin akan menawari pasien dengan obat penenang jika ia mengalami kecemasan yang sangat parah,
  • beta-blocker, obat ini kadang-kadang diresepkan untuk mengobati gejala fisik kecemasan.