Apakah Obsessive-Compulsive Disorder/OCD adalah Hal Wajar?

OCD adalah singkatan dari obsessive-compulsive disorder/gangguan obesif-kompulsif. Sebelum jauh membahas apa itu OCD dengan penyebab dan penyembuhannya, pembahasan ini akan dimulai dengan sedikit ilustrasi yang menggambarkan seperti apa sebenarnya ocd itu.

Laras layaknya gadis lain yang suka mencuci tangan, namun dia melakukannya terlalu berlebihan. Pada benaknya dia merasa cukup setelah mencuci tangan, namun seketika dia merasa tangannya tidak cukup bersih sehingga dia tidak mau mematikan air dan terus menggosok tangannya hingga memerah. Selain itu dia merasa harus mencuci tangan lagi setelah melakukan aktivitas lainnya.

Kalau di sekolah, Laras akan menghindari menyentuh gagang pintu ataupun pegangan dengan benda lain karena khawatir bisa terkena penyakit serius. Kadang-kadang dia menyendiri di belakang kelas untuk mengecek kondisi tangannya berulang-ulang. Apabila sedang dalam tes/ujian tertentu, Laras akan kehilangan banyak waktu karena terus memastikan setiap jawaban dan menghapus apapun yang tidak rapi dalam lembar jawabnya. Terkadang dia menghapus dengan sangat keras sehingga bisa mengotori lembar jawab, tapi dia benar-benar tidak bisa menahan sikapnya itu.

Laras seakan mendapat firasat yang buruk jika semuanya tidak tepat, dia mengkhawatirkan akan adanya suatu hal yang mengerikan jika dia tidak melakukan dengan baik. Hal itu membuat Laras tidak pernah menyelesaikan ujiannya. Meskipun sebenarnya dia tahu apa yang harus dikerjakan, dia sering gagal menyelesaikannya.

Sifat lain yang dimiliki Laras adalah selalu menyembunyikan kebiasaannya. Dia kadang khawatir orang lain mengira dia aneh karena sikapnya itu. Pada dasarnya Laras sendiri tahu bahwa waktu yang selalu digunakan untuk mencuci tangan atau membersihkan lembar jawaban bisa dialokasikan dengan benar, namun dia sendiri tidak bisa mengontrol sikapnya itu. Hal itu karena Laras memiliki gangguan obesif-kompulsif/OCD.

Apa itu OCD?

Obsessive-Compulsive Disorder/OCD adalah jenis kegelisahan yang terjadi bila ada masalah dengan cara otak mengatasi kekhawatiran dan keraguan. Orang yang memiliki OCD sangat khawatir dan gelisah. Mereka kadang merasa takut mengenai hal buruk yang bisa terjadi pada mereka atau merasa ada sesuatu yang buruk yang bisa terjadi pada orang yang mereka cintai. Kadang-kadang mereka merasa harus mendapatkan sesuatu “benar” dan harus memastikannya itu sesuai dengan firasatnya.

Seperti halnya dengan ilustrasi Laras diatas, orang yang memiliki penyakit OCD cenderung takut terkena kuman dan menjauhi sesuatu yang kotor. Dia selalu menjaga agar benda sekitar tetap bersih untuk mencegah hal-hal buruk. Dia selalu melakukan sesuatu dengan berulang-ulang untuk memastikan apa yang ada dibenaknya. Bahkan orang dengan penyakit OCD khawatir untuk melakukan pemikiran yang buruk. Mereka beranggapan ketika memikirkan hal yang buruk, bisa saja itu menjadi kenyataan.

Orang-orang dengan penyakit OCD memiliki kekhawatiran yang berlebihan sehingga mereka bisa menghabiskan banyak waktu, atau bahkan sepanjang hari, mengkhawatirkan berbagai hal dan mencoba memastikan hal buruk yang mereka khawatirkan tidak terjadi.

Perbedaan Kekhawatiran Normal dengan Penyakit OCD

Semua orang pasti pernah merasa khawatir dalam hidupnya, entah itu karena tersesat atau sesuatu menimpa orang yang dikenalnya. Kekhawatiran adalah sikap normal bagaimana tubuh merespon rasa takut. Bahkan rasa khawatir tersebut dapat membantu seseorang untuk terus terjaga dan berhati-hati dalam melakukan tindakan.

Pada dasarnya kekhawatiran normal datang dan pergi begitu saja tanpa menyebabka banyak masalah. Yang terjadi pada kasus OCD adalah rasa itu lebih dari sekedar rasa cemas. Kekhawatiran bisa datang berulang-ulang dan kadang membuat orak memutar ulang rasa khawatir tersebut. Jika tidak ada yang dilakukan oleh orang dengan OCD, maka perasaan khawatir tersebut bisa bertambah buruk.

Pikiran yang sering khawatir ini disebut obsesi/obsessions dan perilaku yang dilakukan orang untuk mencoba membuat pikiran khawatir hilang disebut dorongan/compulsions.

Apa itu Obsesi?

Seseorang yang memiliki penyakit OCD mungkin memiliki obsesi tentang penyakit atau cedera atau kebersihan. Rasa khawatir obsedif ini tidak pernah berhenti karena otak terus mengulanginya. Pikiran obsesif ini datang dengan kegelisahan dan kegelisahan tersebut tidak berhenti sampai ada tindakan tertentu yang membuat pikiran tersebut hilang.

Memiliki pikiran yang mengganggu yang sulit untuk dihilangkan bisa terasa mengerikan dan menyeramkan. Oleh karena itu efek yang timbul dari OCD adalah sulit berkonsentrasi pada hal lain. Dengan OCD, seseorang mungkin memiliki obsesi tentang:

  • Kuman atau kotoran
  • Sakit atau cedera (melibatkan orang atau orang lain)
  • Menemukan angka atau kata-kata sial
  • Ingin memastikan semuanya rapid an bahkan lurus
  • Hal-hal menjadi sempurna atau tepat dengan cara tertentu
  • Membuat kesalahan atau tidak yakin

Apa itu Kompulsif?

Kompulsif adalah perilaku, atau tindakan, yang dilakukan seseorang dengan OCD untuk mencoba menghilangkan perasaan khawatir yang ada dalam benaknya. Orang dengan OCD berharap bahwa dengan melakukan kompulsif akan mencegah hal buruk yang mereka khawatirkan terjadi.

Tidak bisa menjelaskan mengapa seseorang melakukan kompulsif dalam OCD adalah hal yang biasa. Mereka seakan hanya mengatahui tindakannya hanya karena sesuatu yang mereka firasatkan. Seseorang dengan OCD dapat menghabiskan banyak waktu untuk tindakan kompulsif sehingga mereka memiliki sedikit waktu untuk hal-hal yang benar-benar ingin mereka lakukan.

Berikut adalah beberapa dorongan OCD:

  • Banyak mencuci tangan atau mandi (melakukan hal ini lebih dari biasanya atau mengalami kesulitan untuk berhenti)
  • Menghitung (seperti harus menghitung 25 mobil putih sebelum masuk sekolah)
  • Menyentuh (seperti menyentuh tiang setiap pagar antara rumah dan halte bus)
  • Memeriksa semuanya berulang-ulang (seperti pintu, kunci, atau kompor)
  • Melakukan hal-hal beberapa kali (seperti harus mencoba lima gaun sebelum meninggalkan ruangan Anda)
  • Mengatur hal-hal dengan cara yang sangat khusus atau rapi
  • Mengajukan pertanyaan yang sama berulang-ulang
  • Mengikat dan mencabut sepatu berulang-ulang sampai terasa benar
  • Membaca ulang, menghapus, dan menulis ulang

Apa Penyebab OCD?

Gangguan obsesif-kompulsif/OCD adalah gangguan yang tidak menular, bahkan tidak ada yang tahu persis bagaimana dan mengapa beberapa orang mendapatkan OCD, meskipun para ilmuwan mulai mempelajarinya. Para ahli mengetahui sedikit pola penyebab ocd, yaitu:

OCD dalam keluarga. Banyak anak dengan OCD memiliki orang lain di keluarga mereka yang juga memiliki gangguan OCD atau jenis kecemasan lainnya. Proses bagaimana OCD diturunkan dalam keluarga belum diketahui secara pasti, namun para ilmuan mencoba mempelajari gen yang mungkin bisa diturunkan sehingga orang tersebut lebih peka terhadap kekhawatiran seperti penyakit OCD.

Gangguan OCD berasal dari masalah dengan cara berpikir seseorang dalam menangani rasa ketakutan dan keraguan. Masalah ini mungkin berkaitan dengan bahan kimia yang membawa pesan ke sel saraf di otak. Jika aliran bahan kimia ini terhambat atau jika tidak ada cukup banyak, pesan tentang keraguan dan kekhawatiran tampaknya numpuk jadi banyak. Ini membuat seseorang merasa ada yang tidak beres dan membuat banyak pikiran khawatir.

Siapa Yang Beresiko Memiliki OCD?

Di Amerika Serikat, lebih dari 1 juta anak-anak dan remaja, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki OCD. Itu sekitar 1 dari setiap 100 anak-anak dan remaja. Dalam beberapa penelitian termasuk orang dewasa, OCD dilaporkan sebanyak 1 dari 50 orang. Hal ini karena banyak orang yang mengalami penyakit OCD namun tidak menyadarinya.

OCD mempengaruhi sekitar 3% populasi, dan mempengaruhi pria dan wanita secara merata dan biasanya dimulai pada masa kanak-kanak atau di masa remaja. Selebriti yang terpengaruh oleh OCD adalah David Beckham dan Howie Mandel. Contoh lain adalah Howard Hughes, pengusaha dan konglomerat bisnis yang terpengaruh oleh OCD.

Pengobatan untuk OCD

Pengobatan bisa membantu seseorang dengan OCD menjadi lebih baik. OCD dapat diobati dengan dua cara, yaitu dengan terapi obat dan terapi perilaku.

Obat-obatan yang membantu zat kimia otak bekerja dengan baik dapat membantu seseorang dengan OCD. Obat-obatan tersebut dapat membantu obsesi dan kompulsinya menjadi kurang intens sehingga meruntuhkan rasa kekhawatiran dan ketakutan.

Dengan atau tanpa obat, jenis terapi perilaku khusus yang disebut terapi perilaku kognitif adalah bagian terpenting  dalam pengobatan penyakit OCD. Terapi perilaku kognitif dapat membantu seseorang mengubah pikiran negatif dengan pikiran positif. Terapi perilaku kognitif biasanya dilakukan oleh tim kesehatan mental professional dengan seringkali dibantu seorang psikolog yang dilatih secara khusus. Terapi perilaku kognitif gangguan ocd adalah strategi manajemen stress dengan latihan relaksasi dan keterampilan mengatasi rasa kecemasan/anxiety disorder.