Arti Komitmen dalam Dunia Kerja oleh Mayer dan Allen

Sudah berapa tahun Anda bekerja di suatu perusahaan ? 2 tahun, 5 tahun atau lebih dari 10 tahun ? Apakah durasi lamanya Anda bekerja saat ini berkaitan dengan pemahaman arti komitmen yang Anda dedikasikan untuk perusahaan? Untuk bertahan hingga bertahun-tahun dalam lingkungan kerja, saya yakin Anda memiliki komitmen,  baik yang dilatarbelakangi oleh kepentingan perusahaan maupun kepentingan pribadi. Artikel ini sebenarnya untuk melengkapi artikel sebelumnya yang berjudul  “Pengertian dan Indikator Komitmen Organisasi”.

Beberapa orang berkomitmen untuk pekerjaan mereka karena mereka mencintai apa yang mereka lakukan, atau karena mereka memiliki tujuan yang sama dengan orang-orang di perusahaan. Orang lain mungkin tinggal karena mereka takut apa yang bisa mereka kehilangan jika mereka pergi. Yang lain mungkin tinggal karena mereka merasa berkewajiban untuk perusahaan, atau untuk manajer mereka. Ini merupakan beberapa contoh komitmen dalam dunia kerja.

apa arti komitmen kerja

Memahami Arti Komitmen Dari 3 Model Komitmen Kerja

Pada artikel ini kita akan menguraikan tiga jenis komitmen kerja secara umum. Kita akan melihat bagaimana Anda bisa melakukan perubahan untuk meningkatkan keterlibatan anggota tim dan loyalitas dengan cara yang efektif dan positif. Dalam kaitannya dalam komitmen organisasi, Mayer dan Allen (1990) pada buku yang berjudul “Human Resource Management Review”  mengidentifikasikan tiga tema berbeda dalam mendefinisikan arti komitmen. Ketiga tema tersebut :

  1. Komitmen sebagai keterikatan afektif pada organisasi (affective commitment)

Komitmen afektif adalah kertarikan secara psikologis terhadap perusahaan. Komitmen ini muncul dan tumbuh karena adanya dorongan keamanan, kenyamanan dan benefit lain yang dirasa tidak akan diperoleh di tempat kerja lain. Arti komitmen afektif ini bisa diketahui dengan indikator kenyamanan anggota organisasi / karyawan. Semakin karyawan merasa nyaman dan memperoleh banyak manfaat, maka semakin tinggi pula komitmen karyawan.

Memiliki rasa sayang terhadap pekerjaan terjadi karena Anda merasa ada ikatan emosional yang kuat terhadap perusahaan.  Jika Anda menikmati pekerjaan tertentu, Anda mungkin merasa betah dan puas dengan pekerjaan tersebut. Pada akhirnya, kepuasan kerja yang meningkat ini kemungkinan akan menambah perasaan Anda dari komitmen afektif.

  1. Komitmen sebagai bentuk untung rugi meninggalkan perusahaan (continuance commitment)

Komitmen takut rugi / continuance commitment dapat didefinisikan sebagai keterikatan anggota secara psikologis pada organisasi karena biaya yang Anda tanggung sebagai konsekuensi keluar organisasi.  Arti komitmen takut rugi adalah setiap anggota perlu melakukan kalkulasi yang berkaitan dengan manfaat dan pengorbanan terhadap keterlibatannya dalam organisasi.

Dalam komitmen jenis ini, seseorang akan cenderung memiliki komitmen yang tinggi jika melihat akibat / kerugian yang diperoleh dari keluarnya dia semakin tinggi. Semakin tinggi kerugian akan membuat orang mengurungkan niat untuk keluar dari perusahaan. Hal ini karena pada dasarnya orang yang memiliki komitmen continuance akan menimbang pro dan kontra dari meninggalkan perusahaan.

  1. Komitmen sebagai bentuk kewajiban terhadap organisasi (normative commitment)

Arti komitmen normatif adalah keterikatan anggota secara psikologis dengan organisasi karena kewajiban moral untuk memelihara hubungan dengan organisasi. Ini merupakan sesuatu yang mendorong karyawan untuk tetap berada dan memberikan sumbangan pada perusahaan, baik materi maupun non materi. Karyawan merasakan adanya kewajiban moral, yang mana karyawan akan merasa tidak nyaman dan bersalah jika tidak melakukan sesuatu untuk perusahaan.

Rasa kewajiban dapat berasal dari beberapa faktor. Karyawan mungkin merasa harus tetap dengan perusahaan karena telah menginvestasikan uang atau waktu dalam pelatihan karyawan. Kewajiban ini juga bisa berasal hasil pendidikan moral dalam keluarganya masing-masing. Misalnya, keluarga Anda mungkin telah menekankan bahwa Anda harus tetap setia kepada organisasi Anda.

Reply