Gangguan Bipolar / Bipolar Disorder Adalah Perkara Mood?

Gangguan bipolar / bipolar disorder adalah gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi cara fungsi otak seseorang yang diakibatkan oleh gangguan depresi. Ketika seseorang mengalami depresi, maka ia akan merasa sedih dan kehilangan minat pada sesuatu. Namun disaat tertentu ia mengalami pergeseran ke arah lain yang membuat dia merasa gembira dan penuh semangat.

Apa itu Bipolar?

Gangguan bipolar adalah gangguan yang berkaitan dengan perubahan suasana hati / mood. Suasana hati berganti secara ekstrim dari tingkat emosional tertinggi (mania / hypomania) ke tingkat paling rendah (depresi).

Di masa lalu, gangguan bipolar disebut sebagai manik depresi, jadi tidak heran jika masih banyak yang menyebut bipolar dengan istilah tersebut.

Beberapa praktisi kesehatan mental mungkin juga menggunakan istilah gangguan afektif bipolar (afektif berarti gangguan tersebut berkaitan dengan suasana hati atau emosi).

Seseorang yang mengalami gangguan bipolar biasanya akan mengalami beberapa fase berikut:

  • episode manik atau hipomanik / hypomania
  • episode depresi / bad mood
  • berpotensi mengalami beberapa gejala psikotik selama episode manik maupun depresi

Meskipun sangat mengganggu, gangguan bipolar dapat dikontrol dengan terapi, obat-obatan dan konseling psikologis (psikoterapi). Gangguan bipolar bukanlah tanda kelemahan atau cacat karakter.

Siapa yang Beresiko Memiliki Gangguan Bipolar?

Bipolar disorder adalah gangguan psikologis yang bisa terjadi pada pria maupun wanita. Gangguan bipolar juga dekat dengan orang yang memiliki pekerjaan dengan tingkat stres tinggi.

Kebanyakan orang akan mengalami gejala bipolar pertama pada usia duapuluhan. Dimana pada usia tersebut, seseorang memiliki banyak hal untuk dipikirkan. Meskipun begitu, penelitian menunjukkan bahwa episode pertama dari gangguan bipolar terjadi semasa remaja atau bahkan pada masa kanak-kanak.

Penelitian juga menunjukkan bahwa bipolar disorder yang terjadi pada anak-anak dan remaja terkadang tidak sama dengan apa yang terjadi pada orang dewasa.

Pada waktu remaja, seseorang akan memiliki emosi yang fluktuatif, seperti mudah marah dan kecemasan tingkat tinggi, namun mereka tidak menunjukkan gejala lain yang biasanya terjadi pada orang dewasa.

pengertian gangguan bipolar

Tipe Gangguan Bipolar

Ada empat gangguan bipolar dalam dunia medis. Keempat tipe bipolar disorder tersebut melibatkan perubahan suasana hati, energi dan tingkah laku dengan proses yang sangat cepat dan kadang tidak terkendali.

Adapun keempat tipe bipolar disorder adalah:

  1. Bipolar Disorder Tipe 1 – didefinisikan sebagai bipolar yang telah memiliki setidaknya satu episode manik. Episode manik tersebut dapat didahului oleh atau diikuti oleh episode depresi hypomania atau depresi yang berat. Gejala manik menyebabkan penurunan yang signifikan dalam hidup seseorang dan mungkin memerlukan rawat inap di rumah sakit.
  2. Bipolar Disorder Tipe 2 – didefinisikan sebagai orang yang memiliki setidaknya satu episode depresi mayor yang berlangsung setidaknya dua minggu dan setidaknya satu episode hypomania yang berlangsung setidaknya empat hari, tapi dia tidak pernah punya episode manik. Episode depresi mayor atau perubahan tak terduga dalam suasana hati dan perilaku dapat menyebabkan penderitaan pada seseorang.
  3. Disorder Cyclothymic (disebut juga cyclothymia) – Bipolar yang terjadi apabila telah terjadi setidaknya dua tahun atau satu tahun pada anak-anak dan remaja. Bipolar ini terjadi dari berbagai periode gejala hypomania dan periode gejala depresi. Selama waktu itu, gejala terjadi setidaknya separuh waktu dan tidak pernah lagi terjadi selama lebih dari dua bulan.
  4. Bipolar Disorder Not Otherwise Specified – didefinisikan oleh gangguan gejala bipolar yang tidak cocok tiga kategori yang tercantum di atas.

Ciri-ciri dan Gejala Bipolar Disorder

Gangguan bipolar memiliki gejala yang berbeda pada setiap episode-nya(manik dan depresi). Bipolar bukanlah ekspresi normal kebahagiaan dan kesedihan yang bisa dialami setiap orang dari waktu ke waktu.

Gangguan bipolar justru mirip seperti pendulum yang membuat busur yang sangat tinggi dan sangat rendah. Dari tahap manik ke depresi tersebut seseorang biasanya mengalami 5 gejala fase yang berbeda, yaitu:

  • episode manik
  • episode hipomania
  • episode depresi
  • episode campuran
  • gejala psikotik

Adapun penjelasan dari gejala bipolar disorder adalah sebagai berikut:

1. Gejala Bipolar Episode Manik

Episode manik dapat bertahan selama seminggu atau lebih dan memiliki dampak negatif yang parah pada kemampuan seseorang di kehidupan sehari-hari.

Perasaan yang dialami:

  • berbahagia, gembira, atau merasa sejahtera
  • menggebu-gebu / bersemangat luar biasa,
  • mudah tersinggung dan gelisah
  • mudah teralihkan dan sulit berkonsentrasi
  • sangat percaya diri atau suka berpetualang
  • seperti merasa tidak tersentuh atau tidak dapat dirugikan
  • merasa bisa melakukan tugas fisik dan mental diluar batas kemampuan
  • merasa lebih tau dibandingkan orang lain

Perubahan perilaku meliputi:

  • lebih aktif dari biasanya
  • banyak bicara, berbicara sangat cepat dan tanpa dipikirkan lebih dulu
  • mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak pantas dan keluar dari karakter dirinya
  • kurang atau tidak tidur sama sekali
  • bersikap kasar dan agresif
  • mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol
  • menghabiskan uang secara berlebihan atau dengan cara yang tidak biasa
  • mengambil risiko yang membahayakan diri sendiri

2. Gejala Bipolar Episode Hipomania

Episode hipomania mirip dengan apa yang terjadi pada episode manik, tetapi memiliki beberapa perbedaan utama:

  • episode ini berlangsung untuk waktu yang lebih singkat
  • pada hipomania tidak mengalami gejala psikotik
  • hipomania lebih mudah untuk dikontrol

Meskipun episode hipomania tidak separah fase manik, namun pada fase ini juga menyebabkan efek yang mengganggu seseorang untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

Perasaan yang dialami:

  • merasa paling bahagia dan sejahtera hidupnya
  • sangat bersemangat menjalani hidup
  • mudah tersinggung dan gelisah
  • mudah teralihkan
  • percaya diri tinggi
  • suka bertualang

Perubahan perilaku meliputi:

  • lebih aktif dari biasanya
  • banyak bicara atau berbicara sangat cepat
  • menjadi sangat ramah
  • seperti tidak perlu untuk tidur
  • menghabiskan uang secara berlebihan
  • mengambil risiko diluar batas

3. Gejala Bipolar Episode Depresi:

Dalam kebanyakan kasus gangguan bipolar, episode depresi dirasa lebih sulit dibandingkan episode manik atau hipomania. Perbedaan yang sangat kontras dari suasana hati tinggi ke rendah membuat episode depresi terasa sangat berat.

Perasaan yang dialami:

  • down, kesal atau menangis berkepanjangan
  • kehilangan energi atau kelelahan
  • kehilangan minat terhadap kegiatan yang biasanya dilakukan
  • harga diri rendah dan kurang percaya diri
  • merasa bersalah atau mengganggap dirinya tidak berharga
  • gelisah dan tegang
  • pikiran tentang kematian atau mengakhiri hidup
  • tidak bisa meluapkan kegembiraan
  • kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan

Perubahan perilaku meliputi:

  • menjadi orang yang pasif
  • tidak melakukan hal-hal yang biasanya disukainya
  • kesulitan tidur, atau terlalu banyak tidur
  • makan terlalu sedikit atau terlalu banyak
  • mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol
  • menghindari orang lain
  • melukai diri sendiri atau mencoba mengakhiri hidup

4. Gejala Bipolar Episode Campuran

Episode campuran pada bipolar disorder adalah ketika seseorang mengalami gejala depresi dan manik atau hipomania pada saat yang sama atau dengan cepat satu demi satu.

Perubahaan suasana hati ini bisa terjadi tidak teratur dengan pola yang tidak terduga. Kondisi pada fase gejala bipolar campuran ini bisa sangat sulit untuk diatasi, seperti:

  • lebih sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya sedang dirasakan
  • lebih sulit untuk mengidentifikasi bantuan apa yang sebenarnya dibutuhkan
  • merasa lebih melelahkan untuk mengelola emosi hati
  • memiliki perasaan untuk mengakhiri hidup

Keluarga ataupun dokter mungkin akan mengalami kesulitan untuk mengetahui bagaimana mereka bisa membantu seseorang yang mengalami bipolar episode campuran.

5. Gejala Psikotik

Tidak semua orang yang mengalami gangguan bipolar akan mengalami gangguan psikosis. Psikosis lebih sering terjadi pada seseorang selama fase manik, namun juga bisa terjadi pada fase depresi.

Gejala psikotik yang mungkin timbul adalah:

  • delusi, seperti paranoia
  • halusinasi, seperti mendengar bisikan suara

Penyebab Bipolar Disorder

Saat ini belum bisa dipastikan apa penyebab gangguan bipolar. Dokter dan para peneliti meyakini bahwa bipolar dapat terjadi karena beberapa faktor, termasuk trauma masa kecil, tekanan hidup maupun pengaruh lingkungan.

Beberapa faktor yang kemungkinan menjadi penyebab bipolar antara lain:

1. Trauma masa kecil

Beberapa ahli percaya bahwa seorang anak yang banyak mengalami tekanan emosional dapat menyebabkan anak tersebut mengalami gangguan. Contoh trauma masa kecil meliputi:

  • pelecehan fisik atau asusila
  • mengalami traumatis seperti kecelakaan
  • kehilangan orang terdekat seperti orang tua atau teman dekat
  • dikucilkan oleh teman-temannya

Trauma di masa kecil menjadi penyebab bipolar karena kejadian trauma tersebut memiliki efek yang cukup besar pada kemampuan anak mengatur emosi jiwanya.

2. Tekanan hidup

Tekanan hidup yang sangat berat juga berperan sebagai penyebab bipolar. Gejala bipolar pada awalnya akan ada hubungannya dengan beberapa kondisi yang menegangkan dan memiliki kecenderungan stres yang tinggi.

Beberapa contoh tekanan yang bisa menyebabkan bipolar antara lain:

  • mengalami kerugian traumatis, misalnya toko kebakaran
  • gagalnya hubungan percintaan
  • masalah keuangan dan kemiskinan

Meskipun tingkat stres yang lebih rendah tidak mungkin menyebabkan gangguan bipolar, tekanan tersebut dapat memicu episode mania atau depresi bagi sebagian orang.

3. Neurotransmiter Otak

Beberapa kasus gejala bipolar dapat diobati menggunakan obat-obatan psikiatrik tertentu. Itu menunjukkan bahwa masalah pada neurotransmiter otak mungkin terkait dengan masalah gangguan bipolar.

Menurut laman wikipedia, neurotransmiter merupakan bahan kimia yang membawa pesan di antara neuron dalam otak manusia. Belum ada yang tahu secara pasti jenis masalah neurotransmiter yang bagaimana yang bisa menjadi penyebab gangguan bipolar.

4. Faktor Genetik

Faktor genetik dijelaskan memiliki peran terhadap terjadinya gangguan bipolar karena seseorang yang memiliki garis keturunan yang memiliki bipolar disorder akan menurunkan resikonya pada anggota keluarga.

Namun, ini tidak berarti selalu dikaitkan pada faktor gen bipolar. Para peneliti mempercayai faktor lingkungan lebih kuat bagi seseorang untuk mengalami gejala gangguan bipolar. Lingkungan adalah bagian paling berpengaruh bagi seseorang saat tumbuh dewasa.

Mendiagnosis Bipolar Disorder

Mendiagnosis gangguan bipolar bukanlah hal yang mudah. Saat ini belum ada tes laboratorium khusus yang bisa mendiagnosis bipolar. Mungkin tim medis akan menggunakan scan otak atau tes darah mereka untuk mendefinisikan gangguan psikologi apa yang terjadi pada seseorang.

Bipolar pada remaja juga mirip dengan gangguan medis lain sehingga sering keliru dengan gangguan seperi skizofrenia, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan gangguan depresi lainnya.

Itulah mengapa psikiater atau psikolog perlu bantuan tim medis untuk memastikan bahwa gangguan tersebut bukanlah penyakit medis dengan menyingkirkan beberapa diagnosa dan beberapa daftar penyakit yang berkaitan dengan berbagai jenis tes.

Cara Mengatasi Bipolar

Meskipun hingga saat ini belum ada obat yang terdaftar untuk mengatasi gangguan bipolar, namun menjalani pengobatan akan membantu pasien menstabilkan suasana hatinya. Rencana pengobatan diharapkan mampu mengelola dan mengendalikan gejala gangguan bipolar.

Remaja yang memiliki gangguan bipolar biasanya akan diobati dengan stabilizer suasana hati, dampingan psikiater atau doker medis. Sedangkan peran psikolog dalam pengobatan bipolar disorder adalah memberikan konseling ataupun psikoterapi terhadap remaja dengan gangguan bipolar atau kepada keluarganya.