Benarkah Bulimia Adalah Gangguan Makan Saja?

Bulimia nervosa atau yang lebih dikenal dengan istilah bulimia adalah kelainan makan yang serius dan memiliki potensi besar untuk mengancam nyawa. Orang dengan gangguan bulimia sangat sensitif mengenai berat badan sehingga dia mencoba untuk mengurangi porsi makan, atau tidak makan sama sekali karena takut berat badannya naik.

Beberapa orang dengan bulimia mungkin makan dengan normal atau bisa juga makan dengan porsi yang banyak namun dia langsung mencoba untuk mengeluarkannya dengan cara yang tidak sehat. Cara yang digunakannya biasanya dengan cara memaksa untuk muntah atau melakukan aktivitas fisik secara berlebihan. Mengeluarkan makanan langsung setelah dimakan adalah cara yang tidak sehat. Gangguan semacam ini mirip dengan anoreksia. Beberapa waktu yang lalu halopsikolog.com telah membahas mengenai perbedaan anoreksia dan bulimia dalam artikel yang berjudul Anoreksia adalah : Pengertian, Gejala, Penyebab dan Mengobati.

Jenis Bulimia Nervosa

Bulimia nervosa memiliki dapat di kategorikan menjadi dua jenis yaitu purging bulimia dan nonpurging bulimia. Perbedaan kategori tersebut terletak pada bagaimana seseorang berperilaku terhadap makanan yang telah di konsumsi. Adapun penjelasan mengenai jenis bulimia adalah sebagai berikut:

Purging bulimia

Jenis bulimia yang bisa dibilang cukup ekstrem karena menggunakan cara-cara yang benar-benar tidak masuk akal dan jauh dari kata sehat. Seseorang yang memiliki purging bulimia akan berusaha mengeluarkan makanan yang telah dikonsumsi menggunakan penyalahgunaan obat pencahar, diuretic atau enema.

Nonpurging bulimia

Sifat nonpurging bulimia lebih ke bagaimana melawan berat badan. Tidak separah purging bulimia yang menggunakan obat pencahar, nonpurging bulimia adalah metode lain dalam menghilangkan kalori dengan cara mencegah berat badan dengan melakukan puasa, diet ketat dan aktivitas fisik yang berlebihan.

Meskipun dua jenis ini berbeda namun pada beberapa kasus gangguan bulimia, kita akan mengalami kesulitan untuk membedakannya karena perilaku penderita sering tumpang tindih. Penderita biasanya akan melakukan usaha ekstra tanpa peduli bagaimana metodenya.

Gejala Bulimia

Seseorang dengan bulimia akan disibukkan dengan berat badan dan bentuk tubuh karena menilai dirinya memiliki kekurangan berupa kelebihan berat badan. Itu merupakan citra diri yang terbentuk dalam dirinya sehingga bisa sangat sulit untuk disembuhkan.

Dengan mengetahui gejala-gejala awalnya bisa membuat kita merasa lebih baik setelah melalui serangkaian pengobatan dengan menerapkan pola makan yang lebih sehat.  Adapun tanda-tanda dan gejala bulimia adalah:

  • Kehidupannya selalu disibukkan dengan masalah bentuk tubuh dan berat badan
  • Hidup dalam ketakutan akan bertambahnya berat badan
  • Merasa tidak bisa mengendalikan pola makan
  • Makan sampai titik ketidaknyamanan atau rasa sakit pada bagian pencernaan
  • Mengonsumsi lebih banyak makanan dalam periode tertentu daripada makan normal atau makanan ringan
  • Memaksa diri Anda untuk muntah atau berolahraga terlalu banyak agar tidak bertambah berat setelah makan berlebihan
  • Menyalahgunakan obat pencahar, diuretik atau enema setelah makan
  • Membatasi kalori atau menghindari makanan tertentu dengan tidak wajar
  • Menggunakan suplemen diet atau produk herbal secara berlebihan untuk menurunkan berat badan

Penyebab Bulimia Nervosa

Penyebab pasti bulimia nervosa belum diketahui. Namun banyak ahli yang menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang berperan dalam perkembangan bulimia. Faktor yang mempengaruhi perkembangan bulimia adalah kesehatan emosional, masalah biologi, ekspektasi masyakarakat yang berlebihan terutama untuk publik figur dan isu lainnya. Berikut ini beberapa faktor penyebab bulimia nervosa :

Gender

Menjadi anak perempuan tidaklah mudah. Banyak perhatian terhadap penampilan perempuan menyebabkan bulimia lebih banyak dialami oleh anak perempuan dibandinkan anak laki-laki. Tuntutan berpenampilan sempurna sering diberikan pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.

Usia

Kadang yang menyebabkan bulimia adalah usia. Usia perkembangan dari usia belasan dan awal masa dewasa adalah usia rentan terhadap gangguan bulimia. Perubahan penampilan dan kebutuhan pada usia tersebut kadang mengganggu kesehatan mental seseorang.

Masalah Biologis

Terkadang penyebab bulimia adalah faktor biologis, dimana seseorang yang memiliki saudara kandung atau orang tua yang memiliki bulimia akan mengembangkan resiko memiliki bulimia. Masalah biologis ini menunjukkan adanya faktor genetik yang menyebabkan bulimia. Selain masalah genetik, seseorang juga dapat mengalami bulimia apabila tubuhnya memiliki kekurangan serotonin kimiawi dalam otak.

Masalah Psikologis dan Emosional

Gangguan kecemasan atau anxiety disorder juga mempengaruhi seseorang untuk mengembangkan bulimia nervosa. Seseorang dengan kepercayaan diri yang rendah bisa sangat berpengaruh karena menilai citra dirinya sangat buruk. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan stress dan kondisi traumatis pada makanan.

Media dan Tekanan Masyarakat

Media seperti majalah dan televisi juga dapat menjadi penyebab bulimia. Subjek yang terkena penyebab bulimia adalah artis dan model. Era keterbukaan ini dapat berdampak buruk bagi publik figur yang tidak memiliki tubuh yang proporsional pada tingkat popularitasnya.

Tuntutan Kerja

Selain tuntutan sosial seperti media dan tekanan masyarakat, seseorang juga bisa mengembangkan gangguan bulimia karena tuntutan kerja. Penari, atlet, aktor dan model adalah mereka yang memiliki resiko tinggi mengalami bulimia karena tuntutan kerja. Ekspektasi para pelatih atau pengusaha modeling yang terus membatasi makan untuk mempertahankan berat badan bisa membuat seseorang terobsesi pada pola pikir seperti itu.

Mengobati Bulimia Nervosa

Bagian penting dan tersulit dalam pembahasan bulimia adalah bagaimana caranya kita mengobati gangguan ini. Ada beberapa jenis pengobatan yang bisa diberikan kepada seseorang yang mengalami bulimia, namun kolaborasi penggabungan antara psikoterapi dan obat-obatan antidepresan mungkin yang bisa jadi paling efektif.

Psikoterapi

Psikoterapi biasa disebut dengan istilah konseling psikologis yang dilakukan oleh psikolog atau petugas kesehatan mental yang kompeten. Psikoterapi juga sering disebut dengan terapi bicara karena melibatkan diskusi terhadap gangguan kesehatan mental.

Pada kasus bulimia, terapi bicara akan khusus membahas masalah yang terkait dengan bulimia nervosa. Adapun tiga jenis psikoterapi yang efektif dalam memperbaiki gejala bulimia adalah:

  • Terapi perilaku kognitif, terapi CBT untuk membantu seseorang mengidentifikasi keyakinan dan perilaku yang tidak sehat dan negatif serta mengganti perilaku tersebut menjadi perilaku yang sehat dan positif.
  • Terapi berbasis keluarga, terapi yang melibatkan campur tangan orangtua agar para remaja dapat meninggalkan gangguan bulimia, lalu membantu remaja mengembalikan pola makanannya.
  • Psikoterapi interpersonal, terapi yang membahas mengenai kesulitan dalam hubungan dekat, membantu memperbaiki kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah seseorang dengan bulimia.

Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan juga dalam digunakan setelah melalui proses psikoterapi. Obat yang digunakan untuk bulimia adalah antidepresan. Satu-satunya antidepresan yang secara khusus disetujui oleh Food and Drug Administration untuk mengobati bulimia adalah fluoxetine (Prozac), sejenis inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI), yang dapat membantu meskipun seseorang tidak mengalami depresi.

Pengobatan bulimia umumnya melibatkan banyak pihak termasuk pasien, keluarga, dokter perawatan, penyedia layanan kesehatan mental dan ahli gizi. Beberapa orang kompeten dibutuhkan untuk dibuatkan program agar seseorang bisa keluar dari gangguan bulimia nervosa.

Jika kembali menjawab pertanyaan pada judul artikel ini, apakah bulimia hanya gangguan makan saja? iya, tapi konteksnya lebih luas karena bisa membahayakan nyawa. Bulimia adalah gangguan psikologis serius yang perlu ditangani oleh ahlinya.

Reply