Cinta Passionate dan Cinta Companionate di Psikologi

Siapa yang tidak mengenal cinta? Atau mungkin siapa yang belum pernah merasakan cinta? Begitu banyak orang yang mengumbar dan mengekspresikan rasa cinta yang dimiliki dengan bebas. Entah secara tulisan, foto, video, dan lainnya. Cinta tidak hanya terbatas pada pasangan yang berlawan jenis, layaknya anak-anak muda sekarang. Cinta juga ada di dalam hubungan keluarga, seperti orangtua dengan anak, adik dengan kakak, guru dengan murid.

Membahas cinta memang tidak ada habisnya. Pembahasan tentang cinta pula yang sering dicari orang. Cinta seperti mampu menyentuh segala lapisan yang ada di kehidupan manusia. Cinta yang abstrak untuk didefinisikan. Cinta yang menjadi sasaran empuk untuk para pujangga. Akan tetapi, pada tulisan ini yang dibahas adalah cinta dari sudut pandang psikologi sendiri. Ibaratnya ketika ini sudah jadi pembahasan di kuliah, mahasiswa-mahasiswi psikologi sendiri cenderung lebih bersemangat.

Seorang psikolog sosial dari Amerika, Elaine Hatfield (Aronson, Wilson, & Akert, 2013) membagi cinta menjadi dua macam, yaitu cinta passionate dan cinta companionate. Cinta passionate merupakan suatu kondisi dimana memiliki kerinduan dan penguatan yang intens untuk orang lain. Cinta passionate juga disertai dengan gairah fisiologis, seperti merasa sesak napas, tangan bergetar, dan jantung berdegup kencang ketika seseorang tersebut datang (Fisher, 2004; Regan & Berscheid, 1999; Aronson, Wilson & Akert, 2013). Seseorang yang mengalami cinta passionate akan merasa sangat senang ketika cintanya dibalas oleh pasangannya. Begitu juga sebaliknya, akan merasa sedih dan putus asa ketika cintanya bertepuk sebelah tangan.

Cinta companionate merupakan perasaan akan kedekatan dan afeksi yang dimiliki untuk seseorang, tetapi tidak disertai dengan gairah psikologis. Cinta companionate juga bersifat sangat dalam dan memiliki lekatan kasih sayang terhadap seseorang yang sangat berkaitan dengan hidup kita. Hal ini membuat tidak hanya pasangan saja yang merasakan, tetapi juga hubungan seperti pertemanan yang dekat juga merasakan cinta companionate ini.

Bila melihat dua penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa umumnya seseorang akan merasakan cinta passionate terlebih dahulu lalu berlanjut menjadi cinta companionate. Layaknya seperti pasangan pada pernikahan, pasangan muda cenderung memiliki hasrat yang lebih dalam menjalani hubungan. Kemudian seiring berjalannya waktu, rasa cinta yang dimiliki akan lebih berfokus pada rasa kedekatan dan afeksi yang dalam demi menjaga hubungan yang sudah dijalaninya.

Reply