Arti dan Peraturan Pendukung Pendidikan Inklusif

Inklusif dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti termasuk atau terhitung, menjadi bagian dari sesuatu. Kata inklusif merupakan kata serapan dari bahasa inggris inclusive yang berarti “termasuk didalamnya”. Istilah inklusif berkembang menjadi sebuah cara pandang seseorang terhadap orang lain berdasarkan perspektif orang lain tersebut.

Contohnya, si A adalah seorang penyandang daksa yang kemana-mana harus menggunakan kursi roda. Si B adalah memiliki kemampuan berjalan sehingga dapat berpindah tempat dengan mudah. B dikatakan memiliki cara pandang inklusif ketika B memahami kesulitan dan kendala yang dialami A dalam berpindah tempat, sehingga B membuat tangga khusus untuk kursi roda.

Cara pandang atau sikap inklusif cara yang positif memandang perbedaan. Cara pandang inklusif memandang perbedaan sebagai keberagaman atau sebuah potensi yang berbeda, sehingga apabila dikembangkan akan memiliki keunggulan pada bidang yang berbeda-beda. Perbedaan yang ada dimaknai sebagai kekayaan varian atau kemampuan, seperti taman bunga yang indah adalah taman yang memiliki varietas bunga berbeda-beda dengan setiap bunga memiliki standar keindahnanya masing-masing.

Apa itu Pendidikan Inklusif?

Dunia pendidikan juga menggunakan istilah inklusif, yang disebut sebagai pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif atau sekolah inklusif menurut Stubbs (2002) dalam Deklarasi Salamanca pada pasal 2 menyatakan bahwa sekolah inklusif merupakan sekolah reguler dengan orientasi inklusif. Maksud dari orentasi inklusif adalah sekolah menggunakan cara pandang untuk mengurangi sikap diskriminatif atau membeda-bedakan keragaman potensi kemampuan siswa.

Selain itu, pasal 2 Deklarasi Salamanca juga memiliki tujuan menciptakan masyarakat yang terbuka, membangun masyarakat inklusif dan mencapai pendidikan untuk semua. Sekolah inklusif bertujuan tidak hanya dibentuk dan dibangun untuk siswa dengan berbagai keberagaman potensi dan kemampuan, tetapi juga bertujuan untuk membuka wawasan dan pemahaman masyarakat sekitarnya agar tercipta lingkungan masyarakat yang memahami serta menghargai keberagaman kemampuan tanpa membeda-bedakan.

Di Indonesia Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 70 Tahun 2009 menyatakan bahwa pendidikan inklusif merupakan solusi atas terjadinya diskriminasi bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus untuk mendapat pendidikan yang layak.

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 21 tahun 2013 tentang Penyelenggarakan Pendidikan Inklusif mendefinisikannya sebagai sistem pendidikan yang memberikan peran kepada semua peserta didik dalam suatu iklim dan proses pembelajaran bersama tanpa membedakan latar belakang sosial, politik, ekonomi, etnik, agama/kepercayaan, golongan, jenis kelamin, kondisi fisik maupun mental, sehingga sekolah merupakan miniatur masyarakat.

Sistem penyelenggaraan pendidikan inklusif berdasarkan peraturan Gubernur tesebut, adalah dengan memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya. Semua siswa difasilitasi dan dilayani sesuai dengan potensi dan kemampuan masing-masing dalam satu lingkungan atau dalam satu sekolah yang sama.
Referensi:
Peraturan Gubernur Nomor 21 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif

Stubbs, S. 2002. Pendidikan Inklusif ketika hanya sedikit sumber. Inclucive Education WhereThere Are Few Resources. Alih bahasa: Susi Septaviana R. The Atlas Alliance

http://dikdas.kemdiknas.go.id/application/media/file/Permendiknas%20Nomor%20%2070%20Tahun%202009.pdf

Reply