Penyakit Disleksia: Gangguan Belajar Pada Anak

Apa itu Penyakit Disleksia?

Disleksia merupakan salah satu jenis kesulitan belajar yang sering dialami siswa. Kesulitan belajar disleksia tidak berhubungan dengan tingkat kecerdasan yang rendah, rasa malas ataupun terdapat gangguan pada fisik seperti gangguan penglihatan. Disleksia adalah kesulitan belajar yang spesifik pada membaca, siswa mengalami kesulitan dalam mengingat secara akurat atau lancar hal yang berkaitan dengan kata. Disleksia juga dapat berdampak pada kesulitan menulis, mengeja dan bahkan berbicara.

Anak dengan penyakit disleksia dapat memahami ide-ide kompleks, namun kadang mereka butuh waktu lebih untuk memproses informasi. Siswa membutuhkan strategi lain dalam proses belajar agar efektif, seperti mendengarkan rekaman buku bacaan daripada membaca.

Disleksia merupakan gangguan yang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dibantu dengan menggunakan strategi belajar yang tepat. Albert Einsten merupakan salah satu penderita disleksia. Hal ini membuktikan bahwa siswa yang mengalami gangguan membaca juga dapat berkembang dengan baik prestasinya, asalkan diberikan strategi belajar yang tepat.

anak disleksia

Gejala Disleksia Pada Anak

Tanda-tanda anak disleksia dibedakan menjadi 3 fase, yaitu ketika masih kanak-kanak, ketika sudah sekolah dasar / menengah dan ketika sudah memasuki sekolah menengah atas. Adapun perbedaan dari 3 fase tersebut ialah :

Usia kanak-kanak atau TK

  • Mengalami kesulitan untuk mengenal huruf alphabet
  • Kesulitan memasangkan huruf menjadi bunyi, seperti kesulitan untuk mengenali bunyi “M” atau “N”
  • Kesulitan mengucapkan kata dengan benar
  • Memiliki kesulitan belajar kata-kata baru
  • Lebih sedikit memiliki kosa kata daripada teman-teman seusianya
  • Kseulitan menyebutkan urutan hari atau kata lain yang berurutan

 Usia sekolah dasar atau sekolah menengah

  • Mengalami gangguan dalam membaca dan mengeja
  • Kebingungan dalam menulis urutan kata, seperti menulis “piyama” menjadi “piyma”
  • Kesulitan memegang pensil
  • Kesulitan menggunakan tata bahasa yang sesuai
  • Memiliki kesulitan belajar keterampilan baru dan kesulitan dalam mengingat
  • Mengalami masalah mengikuti urutan perintah

Usia sekolah menengah atas

  • Mengalami kesulitan untuk membaca keras
  • Tidak bisa membaca sesuai dengan tingkat kelas
  • Memiliki masalah memahami lelucon atau idiom
  • Kesulitan dalam mengorganisasikan dan mengatur waktu
  • Kesulitan merangkum cerita
  • Memiliki kesulitan belajar bahasa asing

Beberapa gejala di atas yang perlu diperhatikan pada anak atau siswa. Penyakit disleksia dapat dibantu dengan strategi belajar yang tepat. Lalu apa saja strategi belajar dan treatment atau terapi yang dapat membantu? Halospikolog telah membuat artikel terpisah untuk menjelaskan terapi disleksia yang membantu anak disleksia menemukan cara belajar yang tepat. Anda bisa merujuk ke artikel yang berjudul “Strategi Belajar dan Terapi Disleksia Pada Anak”.

 

Reply