Strategi Belajar dan Terapi Disleksia Pada Anak

Disleksia merupakan kesulitan belajar yang spesifik pada membaca. Anak atau siswa mengalami kesulitan dalam membaca sehingga berdampak pada ketidaksempurnaan dalam menulis, tidak lancar dalam mengeja atau kesulitan dalam belajar berbahasa asing. Pada artikel “Penyakit Disleksia : Gangguan Belajar Pada Anak” disebutkan bahwa disleksia pada anak tidak dapat disembuhkan namun kita bisa menggunakan terapi disleksia untuk menemukan cara belajar yang tepat untuk anak. Dalam menemukan cara belajar yang tepat dibutuhkan peran guru maupun orangtua. Peran guru dibutuhkan saat anak berada di sekolah, sedangkan peran orangtua adalah melengkapi peran guru ketika berada di rumah. Berikut adalah strategi belajar yang dapat digunakan guru untuk membantu anak yang mengalami disleksia:

  1. Usahakan jangan menunjukan kelemahan anak disleksia di depan umum, seperti memintanya membaca dengan di depan kelas karena akan menurunkan motivasi siswa.
  2. Guru dapat menggunakan peta pikiran (mind map) untuk membantu menstrukturisasi ide.
  3. Gunakan kosakata kunci ketika menjelaskan matematika atau ilmu pengetahuan alam.
  4. Sampaikan informasi secara visual dengan diagram alur.
  5. Hindari penggunaan kalimat panjang.
  6. Berikan instruksi dengan jelas dan singkat.
  7. Berikan waktu tambahan dalam mengerjakan tugas atau mencatat materi yang diberikan.
  8. Berikan alat bantu, seperti perekam suara, daftar kata kunci atau kartu alfabet.

Agar lebih efektif dalam membantu anak disleksia dalam belajar, maka orangtua juga perlu memberikan dukungan. Strategi yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu anak disleksia adalah sebagai berikut:

  1. Membaca keras setiap hari. Jika anak masih usia kanak-kanak maka orangtua dapat membacakan buku cerita bergambar bersama anak dan menunjuk setiap kata yang sedang dibacakan. Cara ini dapat digunakan pada anak dengan usia yang lebih besar, namun bahan bacaannya berbeda, seperti majalah atau artikel Koran. Hal ini dilakukan agar anak terbiasa melihat tulisan sekaligus mendengarkan bunyi kata pada bacaan.
  2. Fokus pada ketertarikan anak. Berikan berbagai pilihan bahan bacaan yang sesuai dengan ketertarikan dan tingkat pemahaman anak, seperti buku komik, cerita misteri, buku resep, majalah, cara membuat mainan, dunia hewan, dan lain sebagainya.
  3. Menggunakan audiobook atau buku yang memberikan rekaman suara. Anak dapat belajar memahami cerita sambil melihat kata-kata yang diucapkan oleh alat perekam.
  4. Fokus pada usaha bukan hasil. Orangtua harus menghargai usaha anak untuk mencoba dan belajar. Dukung anak untuk terus belajar mempratikan membaca dengan cara memberikan pelukan, hi-five atau hadiah kecil lain setiap kali anak berhasil mencoba membaca.
  5. Dorong kepercayaan diri anak. Ikutkan anak pada kegiatan hobi atau ekstrakulikuler agar anak dapat mengetahui bahwa dia memiliki kemampuan atau keterampilan lain.

Terapi Disleksia Pada Anak

1. Terapi multisensory

Terapi ini juga biasa disebut dengan metode VAKT (visual, auditory, kinesthetic, and tactile). Terapi ini dapat dilakukan secara mandiri oleh guru maupun orangtua.

  • Pertama buatlah cerita yang menarik terkait dengan huruf-huruf.
  • Kemudian minta anak untuk memilih satu kata yang ingin dituliskan dipapan tulis oleh guru atau orangtua.
  • Tuliskan kata tersebut dengan ukuran besar dan minta anak untuk memperhatikan.
  • Selanjutnya, bacakan tulisan tersebut dan minta anak untuk menirukan.
  • Setelah itu, minta anak untuk menelusuri setiap huruf pada kata tersebut dengan jari hingga tulisan pudar atau terhapus.
  • Kemudian minta anak untuk menulis kata tersebut dibuku tanpa melihat tulisan di papan tulis.

2. Permainan Scrabble

Merupakan permaian terapi disleksia yang dapat dimainkan oleh dua orang anak atau lebih. Permainan ini merupakan permainan menyusun kata pada papan kotak-kotak sejumlah 15 kolom dan baris dengan menggunakan kepingan huruf yang telah disediakan. Anak dapat menyusun kata baik secara vertical maupun horizontal sesuai dengan kotak yang disediakan. Anak memilih huruf mana dan menyusunnya sesuai dengan kata.

3. Teknik JARI

Terapi disleksia yang merupakan singkatan dari Jelas, Apresiasi, Riang, Intensif. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

  • Jelas, ketika mengajarkan sebuah kata pada anak usahakan ucapkan dengan tempo lambat dan jelas serta agak keras. Ini bertujuan agar anak dapat mendengar dan melihat gerakan bibir ketika mengucapkan kata dengan jelas.
  • Apresiasi, berikan penghargaan atau hadiah ketika anak dapat menulis kata dengan urutan yang benar atau membaca beberapa kata dengan benar.
  • Riang, usahakan suasana belajar membaca dengan menyenangkan. Bangun mood anak, dan pilihkan bahan atau topik bacaan yang disukai anak.
  • Intensif, maksudnya ulangi kata yang dibaca anak pada beberapakali pertemuan agar anak ingat dan tidak mudah lupa.

Reply